Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Oktober 2024 | 23.05 WIB

Imbas Ucapan Janda Kaya Nikahi Pemuda Pengangguran, Suswono Diminta Pilih Kata yang Mengayomi

Tangkapan layar video permintaan maaf dari calon wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1 Suswono di instagram pribadinya. (ANTARA)

 
JawaPos.com - Pernyataan Calon Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1 Suswono tentang janda kaya menikahi pemuda pengangguran masih menuai perdebatan. Terlebih sebagai calon pemimpinan tidak seharusnya kata-kata semacam itu tidak perlu dikeluarkan.
 
"Dalam komunikasi publik Suswono jelas bias. Yang seharusnya calon pemimpin dia menggunakan pilihan kata yang mengayomi, tidak merendahkan," kata Pakar Komunikasi dan Bahasa Universitas Muhammadiyah Tangerang, Jeni Minan di Jakarta Selatan, Rabu (30/10).
 
Jeni mengatakan, umat islam sudah tegas berpandangan bahwa Siti Khadijah dan Nabi Muhammad SAW adalah orang mulia. Sehingga tidak bisa disamakan dengan ornag biasa, apalagi dengan janda atau pengangguran.
 
 
 
Perkataan Suswono dianggapb tidak melambangkan seorang calon pemimpin. Meskipun dalam kondisi bercanda, tapi tetap seharusnya terjadi.
 
"Latar belakang pak Suswono sama-sama kita ketahui beliau taat beragama, ustad lah, tapi kok bisa keluar kata-kata itu. Itu saya kira jadi problem besar," jelas Jeni.
 
Di tempat sama, Ahli Sejarah Islam UIN Syarif Hidayatullah, Zuhri Ya'kub mengatakan, tidak ada keterangan yang menjelaskan bahwa nabi Muhammad miskin atau pengangguran. Sebab, sejak kecil nabi sudah berdagang bersama pamannya agar tidak menjadi beban.
 
Meskipun pada faktanya harta nabi saat mempersunting Khadijah tidak sebanyak saudagar lain yang ingin menikahi Khadijah, tidak menandakan nabi miskin.
 
"Tidak ada bahasa nabi itu nganggur," kata Zuhri.
 
Dia menyampaikan, nabi Muhammad memang memilik jalan zuhud. Banyak kemewahan dunia dari Allah SWT yang ditolak. Bahkan dia juga menolak gunung emas yang didatangkan Tuhan.
 
Selain itu, mahar yang diserahkan nabi menikahi Khadijah pun sangat besar. Belum lagi unta dan lainnya.
 
"Saya menyakini yang bersangkutan juga tahu itu, cuma ada kesalahan penyampaian, dan alhamdulillah beliau mengakui kesalahan ucap," pungkas Zuhri.
 
Sebelumnya, Suswono menegaskan bahwa polemik terkait pernyataannya soal janda nikahi pemuda pengangguran, bukan merupakan program Ridwan Kamil-Suswono di Pilgub Jakarta 2024. 
 
Ia mengatakan bahwa pernyataannya itu hanyalah kelakar atau guyonan, menyambung perkataan yang didengarnya dalam acara deklarasi dukungan dari Bang Japar. ”Saya tegaskan bahwa hal itu bukan bagian dari program RIDO," ujar Suswono dalam keterangannya, Selasa (29/10).
 
Politisi PKS itu menegaskan bahwa RIDO berkomitemen pada pemberdayaan kelompok rentan, termasuk janda yang kurang mampu. "Kami berkomitmen pada program pemberdayaan kelompok lemah dan rentan," pungkasnya. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore