Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Desember 2024 | 17.30 WIB

Viral usai Hina Pedagang Es Teh, Berikut Profil Gus Miftah yang Bikin Penasaran, Asal Jabung Lampung Timur

Gus Miftah. (Istimewa) - Image

Gus Miftah. (Istimewa)

 
JawaPos.com - Ulama Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah kembali menjadi sorotan publik usai kedapatan menghina pedagang es yang berjualan di acara Magelang Bersholawat. Saat itu, pria pedagang es membawa dagangan di kepalanya.
 
Sebagian penonton yang hadir pun berteriak meminta Gus Miftah memborong dagangan pedagang es tersebut. Namun, bukannya membantu, Gus Miftah malah mengolok-ngolok pedagang minuman dengan kata-kata kasar. 
 
“Es tehmu masih banyak tidak? Masih? Ya sana jual go***!,” ungkap Gus Miftah yang disambut gelak tawa orang-orang.
 
Aksi ini pun membuat masyarakat penasaran dengan sosok Gus Miftah. Berikut profil mengenai sosok yang dikenal sebagai ulama nyentrik ini!
 
Gus Miftah memiliki nama lengkap Gus Miftah Maulana Habiburrahman dan lahir di Jabung, Lampung Timur, pada 5 Agustus 1981. Dia pun memiliki nama kecil, Miftahin Anan Maulana.
 
Beliau menikahi sosok wanita bernama Ning Astuti pada 2004 lalu dan dikaruniai dua orang anak. Tak hanya itu, beliau dikenal sebagai seorang mubalig dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman dan merupakan keturunan ke-9 Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo. 
 
Pendidikan Gus Miftah berawal dari MTsN dan MAN yang berada di Pondok Pesantren Bustanul Ulum, yang kemudian dilanjutkan ke UIN Sunan Kalijaga (Uinsuka) Yogyakarta dengan mengambil jurusan Pendidikan Islam pada 1999.
 
Pada awal kiprahnya sebagai pendakwah, ia mempunyai cara tersendiri dengan menyasar tempat-tempat yang dianggapnya ‘kotor’ atau sarang maksiat. Salah satu tempat pertamanya berdakwah adalah area lokalisasi di Yogyakarta.
 
Tak hanya itu, ia juga berdakwah di kelab malam dan juga sejumlah salon plus-plus. Nama dia mulai dikenal publik setelah menggelar acara shalawat di sebuah klub malam di Bali pada 2018.
 
Menurutnya, para pekerja dunia malam mengalami kesulitan untuk mendapat akses ilmu keagamaan. Sebab, ketika hendak mengaji di luar, mereka justru menjadi bahan pergunjingan. Namun, ketika berada di tempat kerja, tidak ada kajian agama yang bisa didapat.
 
Nama Gus Miftah semakin melejit ketika ditunjuk dan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembina Sarana Keagamaan pada Selasa (22/10) kemarin. Hal ini sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 76/M tahun 2024 tentang Pengangkatan Utusan Khusus Presiden RI tahun 2024-2029.
 
Dalam pelaksanaan tugasnya, Utusan Khusus Presiden bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan membuat laporan yang dikoordinasikan oleh Sekretaris Kabinet. Selain itu, Utusan Khusus Presiden juga menerima hak keuangan dan fasilitas lainnya yang diberikan setinggi-tingginya setingkat dengan menteri.
 
 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore