Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Mei 2025, 15.49 WIB

Menag Ungkap Tiga Pelajaran Hidup Margono Djojohadikoesoemo, Kakek dari Prabowo yang Dinilai Layak jadi Pahlawan Nasional

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Jakarta. (Humas Kemenag) - Image

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Jakarta. (Humas Kemenag)

JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan sambutan dalam seminar nasional tentang R.M. Margono Djojohadikoesoemo. Nasaruddin mengungkapkan ada tiga pelajaran penting yang bisa dipetik dari perjalanan hidup kakek Presiden Prabowo Subianto itu. 

Nasaruddin mengatakan, Indonesia saat ini sedang berada dalam pusaran ekonomi global yang penuh tantangan. Dia meyakini gagasan ekonomi modern yang dibawa oleh Margono Djojohadikoesoemo bisa jadi inspirasi saat ini. Sehingga Indonesia bisa keluar dari tekanan ekonomi global. 

"Sehingga mampu menghadirkan tatanan ekonomi yang lebih baik," kata Nasaruddin dalam sambutannya secara digital di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Kamis (15/5).

Dia mengatakan, Margono adalah bukti nyata seseorang yang hidup penuh dengan kecerdasan, integritas, dan nasionalisme. Nasaruddin mencontohkan Margono mengusulkan gagasan strategis dengan membentuk Bank Sentral.

Kemudian hadirlah BNI seperti sekarang ini. Menurut dia, sebagai pendiri BNI, Margono meletakkan pondasi ekonomi yang inklusif serta berkeadilan untuk rakyat. Imam besar Masjid Istiqlal Jakarta itu lantas menyampaikan tiga pelajaran hidup Margono yang bisa dipetik generasi sekarang.

"Pertama adalah pentingnya kolaborasi visi keagamaan dan kebangsaan," kata Nasaruddin. Dia menuturkan visi agama untuk menghadirkan ekonomi yang berkeadilan. 

Sedangkan visi kebangsaan untuk menghadirkan kemandirian ekonomi. Bagi dia, kemandirian ekonomi yang digagas Margono adalah harga mati. Nilai hidup kedua yang bisa dipetik adalah sebagai pemimpin yang visioner, harus bisa memahami risiko jangka panjang.

Nasaruddin mengatakan, pendirian BNI pada masanya, penuh tantangan. Tetapi akhirnya bisa jadi penopang ekonomi bangsa. "Yang ketiga adalah komitmen literasi keuangan," katanya.

Mantan Wakil Menteri Agama itu menjelaskan negara maju ekonominya maju didukung masyarakat yang melek finansial. Dia menegaskan dalam konteks keagamaan, penting untuk meneladani sikap Margono Djojohadikoesoemo yang membangun ekonomi berlandaskan moral serta etika. 

Seperti diketahui Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan Margono Djojohadikoesoemo sudah layak atau pantas jadi pahlawan nasional. Kegiatan seminar nasional tersebut, dalam rangka mengungkap dan mengkaji kiprah atau jasa Margono selama hidupnya. 

Ketua Panitia Seminar Nasional Prof. Ibnu Qizam menuturkan kegiatan itu bertujuan memvalidasi sosok RM Margono secara akademis. "Melalui kajian ilmiah mendalam, di bidang ekonomi kerakyatan dan perbankan," katanya. 

Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan akademisi serta sejarawan. Sehingga bisa mengungkapkan peran atau catatan sejarah pemikiran RM Margono. Dia menegaskan kegiatan tersebut dilaksanakan secara independen.

"Tanpa ada afiliasi politik atau kelompok tertentu," kata dia. Sehingga hasil kajian akademiknya murni, objektif, dan terukur.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore