
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), Wamildan Tsani Panjaitan. (istimewa)
JawaPos.com - Maskapai Garuda Indonesia, merencanakan akan menambah jumlah armada dengan membeli sebanyak 50-75 pesawat Boeing dari Amerika Serikat (AS). Untuk diketahui, Boeing adalah perusahaan kedirgantaraan yang merupakan produsen pesawat terbesar di dunia.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani memastikan rencana pembelian ini menjadi salah satu upaya dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk merayu AS di tengah proses negosiasi tarif resiprokal yang dikenakan Presiden Donald Trump dan bakal jatuh tempo pada Rabu (9/7) mendatang.
"Iya, sama Boeing-lah. Kita masih penjajakan untuk kemungkinan pembelian pesawat Boeing," kata Wamildan Tsani kepada wartawan usai rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (3/7).
Lebih lanjut, Wamildan menyebut berdasarkan rencana puluhan pesawat yang akan dibeli oleh maskapai pelat merah diantaranya, yaitu tipe 737 max dan 787. Meski begitu, ia belum bisa memastikan secara detail soal nominal transaksi hingga tipe apa saja yang akan diborong Garuda Indonesia.
Dia hanya mengatakan bahwa seluruh hal terkait rencana ini masih dalam tahap pembicaraan. Wamildan meminta seluruh pihak untuk terus menunggu kabar terbaru, jika komitmen antara keduanya sudah terjalin dan memasuki dalam kesepakatan final.
"Antara 50-75 pesawat. Tipe 737 Max. Ada 737, ada 787, makanya masih dalam tahap pembicaraan," ujar Wamildan.
"Ditunggu aja, ya. Nilainya nanti deh, kan masih dalam tahap pembicaraan," pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara secara resmi mengucurkan dana pinjaman ke maskapai pelat merah, Garuda Indonesia senilai Rp 6,6 triliun atau setara USD 405 juta.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengatakan suntikan modal yang diberikan ini menjadi bukti pendekatan baru dalam proses penyehatan atau restrukturisasi dan transformasi BUMN di bawah pengelolaan Danantara Indonesia.
Adapun nantinya, dana ini akan digunakan untuk mendanai kebutuhan maintence, repair and overhaul (MRO), yang merupakan bagian dari total dukungan pendanaan bernilai sekitar USD 1 miliar.
"Danantara Indonesia memberikan dukungan awal berupa pinjaman pemegang saham (shareholder loan) senilai Rp6.650.505.000.000 (atau setara dengan USD 405 juta)," kata Dony Oskaria dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Selasa (24/6).
Untuk diketahui, dengan hadirnya armada tambahan ini, maka Garuda Indonesia hingga awal tahun ini akan mengoperasikan sedikitnya 73 armada. Terdiri dari 43 armada narrow body Boeing 737-800NG, 22 armada wide body Airbus A330 Series, dan 8 armada wide body Boeing 777-300ER.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
