Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Oktober 2025, 02.37 WIB

Kasus Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Menko AHY Sebut Kondisi Bangunan Tidak Layak dan Tidak Sesuai Standar Konstruksi

Sepekan Pasca Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Rubuh: 54 Meninggal Dunia, 104 Selamat. (Dokumentasi Basarnas Surabaya) - Image

Sepekan Pasca Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Rubuh: 54 Meninggal Dunia, 104 Selamat. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)

JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan duka cita atas tragedi ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

"Kita berduka tentunya. Sangat menjadi perhatian kita semua apa yang terjadi di Sidoarjo, sebuah pondok pesantren yang rubuh," kata Menko AHY saat ditemui usai Rapat Koordinasi Implementasi Rencana Aksi Nasional Penanganan Kendaraan Lebih Dimensi dan Lebih Muatan di Jakarta, Senin (6/10).

Tak lama setelah tragedi itu terjadi, Menko AHY mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo dan juga sejumlah pemimpin di Provinsi Jawa Timur.

Dari hasil koordinasi itu, Menko AHY menyebut bahwa tragedi rubuhnya Ponpes Al Khoziny disebabkan oleh kondisi bangunan yang tidak layak. Selain itu juga karena tidak terpenuhinya standar konstruksi sebagai aspek keamanan.

"Saya berbicara dengan Menteri Pekerjaan Umum, saya berbicara dengan pemimpin di Provinsi Jawa Timur secara intensif, termasuk juga dengan Basarnas. Intinya adalah memang akibat kondisi bangunan yang tidak layak, bisa dikatakan tidak sesuai dengan standar konstruksi yang memenuhi aspek keamanan. Ini yang menyebabkan ambruknya bangunan sehingga mengakibatkan banyak sekali korban jiwa," ujar Menko AHY.

Kendati begitu, Menko AHY menyampaikan sampai hari ini proses evakuasi masih dilakukan oleh berbagai pihak. Sebagai upaya untuk mengeluarkan jenazah dari reruntuhan, walaupun bisa dikatakan hampir semuanya meninggal dunia.

Menurutnya, tragedi ini sangat tragis dan perlu menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Itu sebabnya, perlu sekali sebuah pembangunan ke depan harus bisa menegakkan standar konstruksi bangunan.

"Sungguh sesuatu yang tragis dan rasanya ini menjadi pelajaran penting buat semua. Mari kita sama-sama menegakkan kembali standar konstruksi bangunan yang memang memenuhi aspek yang layak dan juga aman buat semua," tukasnya.

Sementara itu, jumlah korban meninggal pada insiden ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo kini mencapai 53 orang. Termasuk 5 bagian tubuh yang belum teridentifikasi secara penuh.

Laporan ini diperbarui Minggu (5/10) malam hingga pukul 23.50 WIB sebagai bentuk perkembangan terbaru dari operasi evakuasi. Menurut Kasubdit Pengarahan dan Pengendalian Operasi Basarnas Emi Freezer, tim berhasil mengevakuasi 27 jenazah tambahan sejak pagi hingga malam hari, termasuk 4 potongan tubuh.

Korban tersebut berasal dari sektor A1, A2, A3, dan A4, yang menjadi titik konsentrasi pencarian. “Dengan demikian, hingga laporan terakhir, total terdapat 27 (dua puluh tujuh) dengan 4 (empat) body part korban berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi pada H.7 di sektor A1, A2, A3, dan A4,” ujar Emi, Minggu (5/10).

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore