Petugas membawa jenazah korban runtuhnya bangunan mushalla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/10/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah berencana melakukan pembangunan ulang terhadap gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Pembangunannya menggunakan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di pos anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Insya Allah cuman dari APBN ya," kata Menteri PU Dody Hanggodo di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, dikutip Kamis (9/10).
Meski begitu, Dody tidak menutup kemungkinan bahwa pembangunan ponpes yang ambruk dan memakan korban jiwa mencapai 67 orang akan dibangun dengan menggandeng bantuan dari pihak swasta.
"Tidak menuntut kemudian, nanti kalau ada bantuan dari swasta, kita pasti akan lakukan. Cuma sementara waktu dari APBN," tambahnya.
Lebih lanjut, Dody juga menyebut bahwa sebetulnya pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny bisa menggunakan alokasi anggaran yang ada di Kementerian Agama.
Namun, kata dia, mengingat insiden ambruknya Ponpes Al Khoziny masuk dalam darurat nasional. Maka pembiayaan dapat diambil dari alokasi anggaran Kementerian PU.
"Cuma kan ini kondisi darurat, yang di Sidoarjo pasti kita yang masuk," pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga telah bergerak cepat menindaklanjuti musibah yang terjadi di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Sebagai langkah antisipasi, kementerian membuka jalur hotline khusus 158 untuk masyarakat atau pengelola pondok pesantren yang ingin berkonsultasi terkait keandalan bangunan gedung.
Tidak hanya pesantren, layanan ini juga bisa dimanfaatkan oleh pengelola panti asuhan, sekolah, dan yayasan. Jalur konsultasi dapat diakses melalui telepon 158 pada hari kerja Senin–Jumat pukul 08.30–16.00 WIB, maupun WhatsApp Center 0815 10000 158 dengan memilih menu “Layanan Konsultasi Pesantren/Panti Asuhan/Sekolah/Yayasan”.
Di sisi lain, data terakhir kobran ambruknya Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur tercatat sebanyak 67 korban meninggal dunia, termasuk delapan delapan bagian tubuh (body part). Kemudian, sebanyak 6 jenazah korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) pada Rabu (8/10).
Sehingga berdasarkan data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, 40 berhasil teridentifikasi. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022