
Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) /(Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia tidak berdiam diri menyikapi perkembangan situasi di Timur Tengah. Eskalasi melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) memaksa Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya menyiapkan skenario terburuk. Khususnya setelah otoritas di Iran memutuskan menutup Selat Hormuz.
Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan hal itu usai memberikan arahan dalam acara buka bersama di Jakarta pada Rabu malam (4/3). Dia mengungkapkan, Presiden Prabowo telah memitigasi berbagai skenario.
”Bapak Presiden Prabowo Subianto mengajak kita semua untuk benar-benar memikirkan apa yang akan atau bakal terjadi. Sejumlah skenario terburuk juga harus bisa kita bayangkan, termasuk dampak misalnya ketika terjadi ketegangan yang berlanjut dan meluas di Timur Tengah, termasuk di Selat Hormuz,” kata AHY.
Sebagaimana diketahui oleh masyarakat global, Selat Hormuz berperan vital dalam distribusi suplai bahan bakar. Ketika selat itu ditutup oleh otoritas Iran, dampaknya akan terasa luas. Indonesia termasuk negara yang akan merasakan dampak penutupan selat tersebut.
Karena itu, AHY menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia berupaya memastikan agar dampak tersebut tidak terlalu mengganggu kebutuhan energi Indonesia. Sehingga pemerintah tetap dapat menjalankan program-program dan agenda pembangunan dengan baik.
”Dan pada akhirnya kita semua berharap bahwa Indonesia bisa terus fokus pada upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga perdamaian, karena perdamaian memang harus diikhtiarkan dan dirawat. Dan kita berharap minggu-minggu ke depan terjadi deeskalasi, terjadi pendekatan damai,” ujarnya.
AHY mengakui bahwa hal itu bukan perkara mudah. Namun demikian, dia menilai bahwa semuanya dapat diupayakan. Hal itu yang dilakukan oleh Presiden Prabowo dengan mengundang presiden, wakil presiden, dan menteri luar negeri dari masa ke masa serta ketum-ketum parpol.
”Bapak presiden juga mendengarkan dengan baik banyak masukan yang tentunya penting dan relevan. Saya rasa ini semua akan terus memperkaya beliau dalam mengambil keputusan penting atau kebijakan yang strategis,” ujarnya.
Partai Demokrat, lanjut AHY, dalam posisi memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Prabowo. Untuk itu, Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut memberikan sumbangsih pemikiran dari pengalaman panjang memimpin Indonesia.
”Jadi, Pak SBY juga mengingatkan atau menyampaikan pesan penguatan kepada Bapak Presiden Prabowo agar terus kokoh memastikan fiskal kita, ekonomi kita aman, energi kita aman, pangan kita aman. Tapi, juga kemudian kita selalu berupaya untuk terus bersama bangsa-bangsa lainnya mencari solusi agar terjadi perdamaian segera,” ucap AHY.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
