
Hujan deras memicu banjir lahar di sekitar Gunung. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendapat laporan dampak banjir lahar yang terjadi di Magelang pada Selasa (3/3). Dalam laporan itu disampaikan bahwa dua korban meninggal dunia pasca banjir lahar terjadi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa dua korban meninggal dunia itu dilaporkan terseret arus banjir lahar. Peristiwa ini terjadi menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi dan sekitarnya.
”Sehingga memicu meluapnya Sungai Senowo di Kecamatan Dukun,” kata Abdul Muhari dalam keterangan resmi pada Kamis (5/3).
Selain dua korban meninggal dunia, BNPB juga mencatat ada dua orang korban yang dinyatakan hilang. Sampai hari ini, kedua korban hilang masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan. Dalam laporan yang sama juga disampaikan ada enam korban mengalami luka-luka. Seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Berkaitan dengan data korban meninggal dunia yang telah berhasil ditemukan terdiri atas Heru Setyawan (25) dan Arif Fuad Hasan (26). Sementara operasi pencarian terhadap dua korban hilang diteruskan hari ini dengan penambahan personel serta dukungan alat berat guna mempercepat proses evakuasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022