
Para prajurit TNI memadamkan api di lokasi karhutla. Belasan ribu personel dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di berbagai daerah Indonesia. (TNI)
JawaPos.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, luas area hutan yang sempat terbakar mencapai sekitar 180 hektare. Satgas darat kemudian melakukan pemadaman secara intensif dan berhasil menangani sekitar 150 hektare dalam satu hari. Dengan demikian, masih terdapat kurang lebih 30 hektare yang harus ditangani.
Meski sebagian besar area berhasil dipadamkan, Suharyanto mengatakan persoalan karhutla belum sepenuhnya selesai. Sebab, titik kebakaran baru masih bermunculan setiap hari. Kondisi tersebut semakin sulit karena lahan gambut yang telah dipadamkan berpotensi kembali terbakar.
Selain api, kabut asap juga menjadi persoalan tersendiri. Suharyanto menjelaskan bahwa belum ada teknologi yang bisa secara langsung menghilangkan kabut asap. Pergerakan angin dan turunnya hujan menjadi dua faktor alam yang dapat membantu mengurai kondisi tersebut.
Karena itu, pemerintah terus mengupayakan turunnya hujan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Upaya tersebut diharapkan dapat membantu proses pemadaman sekaligus mengurangi kepadatan kabut asap di wilayah terdampak.
Salah satu pesawat OMC yang sebelumnya ditempatkan di Bandara Cilik Riwut tidak dapat menjalankan operasi akibat rendahnya jarak pandang. Pemerintah kemudian menyiapkan alternatif dengan mengoperasikan OMC dari Bandara Syamsudin Noor dan Bandara Pangkalan Bun mulai malam berikutnya.
Pemilihan lokasi operasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan awan hujan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Suharyanto mengatakan dirinya bersama Raja Antoni akan terus berada di Kalteng untuk mengawal proses tersebut hingga upaya modifikasi cuaca membuahkan hasil.
“Supaya sampai dengan nanti operasi modifikasi cuacanya berhasil, hujan turun, paling tidak sedikit membantu terbukanya cuaca yang sekarang dipenuhi oleh kabut asap,” jelasnya, Selasa (22/9).
Sementara itu, Menhut Raja Juli Antoni menegaskan pemerintah akan mengoptimalkan seluruh potensi yang tersedia untuk memanfaatkan awan hujan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menekan dampak karhutla terhadap masyarakat.
“Kita akan maksimumkan segala potensi yang ada, karena ini juga perintah Bapak Presiden agar dampak karhutla terhadap masyarakat dapat diminimalisir,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022