
Ratusan peserta Pesantren Kilat Ramadhan 2026 dilepas oleh KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali untuk melakukan pelayaran di Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali membuka Pesantren Kilat Ramadhan 2026 di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, pada Rabu (11/3). Sebanyak 400 pelajar, santri, dan mahasiswa ikut serta dalam kegiatan yang berlangsung selama 3 hari di atas kapal perang, KRI Semarang-594.
Laksamana Ali menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung pada 11, 12, dan 13 Maret 2026 itu akan menjadi pengalaman berharga bagi ratusan peserta yang terlibat. Sebab, mereka akan melaksanakan pesantren kilat sambil melakukan pelayaran di Teluk Jakarta dan mengunjungi beberapa pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu.
”Pesantren kilat juga kegiatannya terdiri atas ceramah-ceramah agama, ibadah-ibadah baik salat tarawih, kemudian salat tahajud, kemudian pengkajian-pengkajian keagamaan, sejarah-sejarah agama. Itu diperkenalkan dan disampaikan oleh para narasumber dari Kementerian Agama, dari Disbintal TNI Angkatan Laut, kemudian dari MUI, dan dari Baznas,” terang dia.
Ali berharap, dari kegiatan tersebut 400 peserta yang turut serta mendapatkan tambahan bekal dan ilmu. Khususnya yang terkait dengan agama Islam. Sehingga ratusan peserta itu pulang dari pesantren kilat tersebut dengan membawa pengetahuan baru. Orang nomor satu di TNI AL itu menyatakan, kegiatan pesantren kilat di atas kapal perang sudah dilakukan dari tahun ke tahun.
”Ke depan apakah bisa untuk kota-kota lain, nanti kita lihat situasi ya. Apabila memungkinkan, apabila nanti mungkin bisa lebih dari satu kapal, kami akan coba,” ujarnya.
Selama pesantren kilat tersebut, para peserta bakal mengikuti berbagai aktivitas seperti kajian keislaman, pembinaan karakter, ibadah bersama, serta pengenalan lingkungan kapal perang. Dalam kegiatan tersebut, KRI Semarang-594 akan melaksanakan pelayaran menuju Pulau Untung Jawa. Sehingga para peserta dapat merasakan langsung pengalaman berlayar menggunakan kapal perang TNI AL.
”Selain aspek spiritual, kegiatan pesantren kilat di KRI Semarang akan diisi dengan pemberian santunan dan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis di Pulau Untung Jawa, Jakarta Utara. Para peserta juga akan diperkenalkan dengan kehidupan dan tradisi di kapal perang TNI AL, termasuk dalam hal buka puasa dan sahur bersama, serta kegiatan positif lainnya,” ucap Ali.
