
Wamen Komdigi Nezar Patria. (Dok. Komdigi)
JawaPos.com - Menjelang Lebaran, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meningkatkan langkah antisipasi terhadap penyebaran hoaks, khususnya terkait informasi mudik gratis yang kerap beredar di ruang digital. Upaya ini dilakukan dengan memperkuat patroli siber serta pemantauan berbagai konten di internet.
Dalam Rapat Koordinasi Persiapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam), Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan bahwa pihaknya telah meningkatkan pengawasan di ruang digital menjelang periode Lebaran.
“Kemkomdigi telah mengintensifkan patroli siber dan pemantuan konten di berbagai platform digital untuk mendeteksi dan menindaklanjuti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, penipuan daring, serta konten negatif lainnya yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan selama periode Idulfitri 1447 Hijriah,” tegasnya dikutip Jumat (13/3).
Pengawasan tersebut difokuskan pada berbagai isu sensitif yang biasanya muncul menjelang maupun saat Idulfitri. Di antaranya informasi palsu mengenai jadwal libur, program mudik, bantuan sosial, hingga isu SARA yang berpotensi menimbulkan perpecahan di masyarakat.
Baca Juga:Fokus Operasi Ketupat 2026 Jakarta Barat: Antisipasi Kejahatan Jalanan Hingga Awasi Harga Pangan
Selain melakukan pemantauan, Komdigi juga menerapkan pendekatan khusus dalam menangani penyebaran hoaks, yakni melalui strategi tiga lapis yang mencakup edukasi, pemantauan, dan penegakan hukum.
“Kita menerapkan strategi tiga dimensi, yaitu literasi digital untuk meningkatkan kemampuan masyarakat membedakan informasi yang benar dan salah, lalu juga deteksi dan blokir konten hoaks secara cepat, serta penegakan hukum bekerja sama dengan aparat terkait untuk menindak pelaku penyebar hoaks,” jelas Wamen Nezar.
Upaya tersebut turut diperkuat dengan melibatkan berbagai komunitas untuk membantu menyebarkan edukasi terkait literasi digital dan pentingnya memverifikasi informasi sebelum dibagikan kepada publik.
“Kami juga sangat proaktif melakukan kampanye edukasi dan literasi digital kepada masyarakat mengenai bahaya hoaks dan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Ini dilakukan melalui berbagai kanal komunikasi yang dimiliki oleh Komdigi, termasuk media sosial dan kerja sama dengan komunitas-komunitas,” imbuhnya.
Nezar berharap berbagai langkah yang telah disiapkan dapat menjaga ruang digital tetap aman dan kondusif selama perayaan Idulfitri. Dengan begitu, masyarakat dapat menjalani momen Lebaran dengan lebih tenang tanpa terganggu oleh informasi palsu yang beredar di internet.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022