
Kakorlantas Dampingi Menhub Tinjau Arus Mudik di Pelabuhan Gilimanuk Jelang Nyepi dan Lebaran 2026 (Istimewa)
JawaPos.com - Agus Suryonugroho selaku Kakorlanta Polri mendampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Gilimanuk pada Selasa (17/3). Kunjungan ini bertujuan memastikan arus penyeberangan tetap terkendali menjelang perayaan Nyepi dan Idulfitri 2026.
Monitoring ini merupakan bagian dari sinergi antarinstansi untuk mengawasi jalur Gilimanuk–Ketapang, yang menjadi salah satu simpul utama pergerakan pemudik nasional.
Dalam peninjauan tersebut, Kementerian Perhubungan menyampaikan sejumlah langkah antisipasi telah diterapkan. Mulai dari pengoperasian kapal berkapasitas besar, pemanfaatan area penyangga kendaraan, hingga penerapan sistem TBB (Tiba, Bongkar, Berangkat) guna mempercepat proses bongkar muat.
"Upaya ini cukup efektif dalam meredam kepadatan di pelabuhan," ujarnya dikutip dalam laman Korlantas Polri (18/3).
Ia juga menegaskan bahwa kendaraan penumpang seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan bus menjadi prioritas agar proses penyeberangan lebih cepat. Sementara kendaraan barang tetap dilayani dengan mengikuti aturan yang berlaku.
Pemerintah juga mengingatkan pelaku logistik untuk mematuhi pembatasan operasional kendaraan barang sesuai kebijakan yang telah ditetapkan. Ketidakpatuhan dinilai dapat memicu antrean panjang di jalur penyeberangan.
Data Posko Gilimanuk pada H-5 (16 Maret 2026) menunjukkan terdapat 251 perjalanan kapal dari Bali menuju Jawa dalam kurun 24 jam. Jumlah penumpang tercatat 76.495 orang, meningkat sekitar 2,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Untuk kendaraan, tercatat 14.398 sepeda motor, 6.350 mobil, 1.339 truk, dan 938 bus menyeberang, dengan total keseluruhan mencapai 23.025 unit.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-5, jumlah penumpang dari Bali ke Jawa mencapai 309.135 orang dengan total kendaraan sebanyak 97.787 unit.
Sementara arus sebaliknya dari Jawa ke Bali pada H-5 mencatat 21.200 penumpang dan 3.508 kendaraan. Jika diakumulasi sejak H-10, jumlahnya mencapai 148.673 penumpang dan 29.580 kendaraan
Melalui peninjauan ini, pemerintah memastikan layanan penyeberangan di lintasan Gilimanuk–Ketapang tetap berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.
