Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Maret 2026, 14.58 WIB

Sepinya Lovina Saat Hari Raya Nyepi 2026: Surga Tersembunyi Bali Utara Mendadak Lengang, Okupansi Hotel Terjun Bebas

Pantai Lovina Tempat Bermain Lumba-Lumba Berparuh Botol di Sepanjang Pantai Utara Bali.(Kementerian Pariwisata) - Image

Pantai Lovina Tempat Bermain Lumba-Lumba Berparuh Botol di Sepanjang Pantai Utara Bali.(Kementerian Pariwisata)

JawaPos.com — Libur Hari Raya Nyepi 2026 membawa suasana tak biasa di Pantai Lovina, Bali Utara. Kawasan yang biasanya ramai wisatawan itu mendadak lengang, dengan okupansi hotel dilaporkan anjlok drastis hingga 25 persen.

Aktivitas pariwisata di kawasan ini terpantau lesu selama periode Nyepi dan menjelang Lebaran. Pantauan di lapangan menunjukkan suasana pantai relatif sepi dengan hanya segelintir wisatawan berjalan santai di pesisir.

Sebagian wisatawan tampak memilih menghabiskan waktu di restoran atau area penginapan. Kondisi ini menciptakan kontras mencolok dibandingkan suasana tahun-tahun sebelumnya yang lebih ramai.

Penurunan jumlah wisatawan berdampak langsung pada tingkat hunian hotel di kawasan Lovina. Sejumlah pelaku usaha mengaku merasakan penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Staf hotel dan restoran Sea Breeze Lovina, Ketut Raga Asih, mengungkapkan okupansi saat ini hanya berada di kisaran 25 persen.

“Tingkat hunian saat ini hanya sekitar 25 persen. Tahun lalu masih bisa mencapai 50 persen,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Ia menambahkan, penurunan tersebut sudah terasa sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini jauh berbeda dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang lebih menggembirakan.

Menurut Ketut, ada beberapa faktor yang memengaruhi lesunya kunjungan wisatawan. Selain masih berada dalam periode low season, momentum libur panjang juga belum sepenuhnya dimulai.

Di sisi lain, perayaan Hari Raya Nyepi turut memberi dampak signifikan terhadap pergerakan wisatawan. Selama 24 jam penuh, seluruh aktivitas di Bali dihentikan total.

Wisatawan tidak diperkenankan keluar dari area penginapan selama Nyepi berlangsung. Layanan operasional juga dibatasi sehingga aktivitas wisata praktis berhenti.

“Kami arahkan tamu untuk tetap berada di dalam. Layanan tetap tersedia, tetapi terbatas,” jelas Ketut. Kondisi ini membuat wisatawan cenderung menunda kunjungan atau memilih destinasi lain.

Hal senada disampaikan Supervisor Spive Beach Lovina, Kadek Dodi Darma Jaya. Ia menyebut kunjungan wisatawan sepanjang Maret 2026 belum menunjukkan peningkatan signifikan.

“Belum seramai tahun lalu. Kunjungan masih relatif rendah,” ujarnya. Situasi ini menambah tantangan bagi pelaku usaha pariwisata di wilayah Bali Utara.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore