Presiden Prabowo menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan untuk atasi stunting dan dorong ekonomi rakyat. (YT Presiden Prabowo)
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia tidak pernah mengatakan bakal ikut menyumbang USD 1 miliar kepada Board of Peace (BoP). Komitmen Indonesia bergabung dalam dewan yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu fokus pada jaminan keamanan terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan hal itu dalam dialog bertajuk Presiden Prabowo Menjawab yang ditayangkan pada kanal YouTube Prabowo Subianto. Dia menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah mengatakan kepada Presiden Trump untuk menyumbang USD 1 miliar.
”Jadi, kita (Indonesia)tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar,” kata dia dikutip pada Senin (23/3).
Prabowo memastikan, bergabungnya Indonesia dalam BoP tidak disertai dengan komitmen keuangan dalam bentuk apa pun. Indonesia juga tidak pernah menjanjikan sumbang uang kepada AS maupun BoP. Karena itu, Indonesia tidak hadir dalam pertemuan founding donors di AS bulan lalu.
”Tidak, tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar. Tapi, Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali,” tegasnya.
Menurut Prabowo, Indonesia hanya menyatakan kesiapan untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza. Pasukan itu akan ditugaskan untuk menjaga warga Gaza. Sehingga dia memastikan, dalam keputusan bergabung dengan BoP, Indonesia tidak akan berkontribusi dalam bentuk uang.
”Kita menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Namun demikian, kepala negara menyatakan bahwa pemerintah akan tetap mengikuti perkembangan ke depan ketika pembangunan kembali Gaza dapat dimulai. Menurut dia, saat itulah kemungkinan kontribusi Indonesia akan dipertimbangkan.
”Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kita punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana,” ucap dia.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa sejak awal Indonesia siap mengirimkan 20 ribu pasukan ke Gaza. Belakangan jumlahnya turun menjadi 8.000 personel. Bukan karena Indonesia tidak siap mengirim 20 ribu prajurit, melainkan karena Indonesia juga melihat pengiriman pasukan dari negara lain.
”Ternyata negara-negara lain itu cuma ngirim berapa ratus, berapa ratus. Jadi, kita siap 8.000 (pasukan). Yang paling penting bahwa kalau situasi tidak bertentangan dengan kepentingan nasional, kita lakukan,” kata dia kepada awak media di Jakarta pada Kamis (12/3).
Sjafrie pun menekankan bahwa pengiriman pasukan ke Gaza itu kini menunggu perkembangan BoP. Mengingat kini terjadi ketegangan antara Iran dengan Israel dan AS. Dia tidak menampik, situasi tersebut perlu perhatian khusus. Sehingga dia menyatakan, Pemerintah Indonesia akan mendahulukan kepentingan nasional sesuai dengan konstitusi.
”Jadi, dinamika BoP ini juga sangat tinggi sekarang. Saya kira kita semua ikuti perkembangan secara global antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Itu cukup banyak kita lihat laporan-laporan yang memerlukan perhatian khusus. Jadi, sikap Indonesia yang pertama adalah kepentingan nasional. Kepentingan nasional itu adalah amanat dari konstitusi kita,” tegasnya.
Sesuai dengan amanat konstitusi tersebut, Pemerintah Indonesia wajib melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Jika pasukan dari Indonesia diberangkatkan, kata Sjafrie, pelaksanaan tugasnya harus sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Yakni harus menyangkut persoalan kemanusiaan, tidak berkaitan dengan hal lain.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
