
One way dari Tol Cipali ke Kalikangkung saat momen puncak arus mudik Lebaran, Rabu (18/3). (Dok. Jasa Marga)
JawaPos.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengingatkan masyarakat untuk tidak kembali ke Jabotabek pada tanggal-tanggal puncak arus balik Lebaran 2026.
Perusahaan pelat merah ini memprediksi lonjakan kendaraan akan terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026, seiring masih tingginya pergerakan pemudik hingga hari pertama setelah Lebaran.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan arus balik besar diperkirakan belum terjadi. Hal ini terlihat dari data lalu lintas yang menunjukkan kendaraan yang kembali ke Jabotabek masih relatif rendah dibandingkan arus mudik yang sudah berlangsung masif.
Sejak H-10 hingga H+1 Idulfitri 1447 H atau pada periode 11–22 Maret 2026, tercatat sebanyak 2.217.462 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek. Angka ini meningkat 27,1 persen dibandingkan kondisi normal, sekaligus menunjukkan sebagian besar pemudik masih berada di kampung halaman.
“Melihat kondisi tersebut, kami mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabotabek dan menghindari tanggal-tanggal puncak arus balik,” ujar Rivan.
Ia menjelaskan, hingga H+1 Lebaran, kendaraan yang kembali ke Jabotabek baru mencapai 170.681 unit, masih di bawah volume normal. Artinya, gelombang besar arus balik diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan dan berpotensi menimbulkan kepadatan tinggi di sejumlah ruas tol utama.
Selama periode mudik, mayoritas kendaraan diketahui bergerak ke arah Timur, yakni menuju Trans Jawa dan Bandung, dengan porsi mencapai lebih dari separuh total lalu lintas. Lonjakan signifikan bahkan terjadi di jalur Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama yang meningkat hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan kondisi normal.
Untuk mengantisipasi kepadatan saat arus balik, Jasa Marga menyarankan masyarakat yang memiliki fleksibilitas waktu agar tidak kembali pada tanggal favorit. Pemudik dapat memanfaatkan periode Work From Anywhere (WFA) pada 25 hingga 27 Maret 2026 untuk menghindari penumpukan kendaraan.
Selain itu, pengguna jalan juga didorong memanfaatkan potongan tarif tol sebesar 30 persen yang berlaku pada 26–27 Maret 2026 di sejumlah ruas tol Jasa Marga Group. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata.
Jasa Marga juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari waktu perjalanan yang kerap menjadi favorit, seperti pagi dan malam hari, serta mewaspadai kepadatan di jalur menuju destinasi wisata yang biasanya meningkat setelah Lebaran.
Baca Juga: Jasa Marga Catat 1,3 Juta Kendaraan Melintas di Tol Regional Nusantara hingga H-4 Lebaran 2026
Di samping pengaturan waktu perjalanan, kesiapan pengemudi dan kendaraan juga menjadi faktor penting. Pengguna jalan diminta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, kendaraan laik jalan, serta kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik. Penggunaan rest area pun diimbau secukupnya agar tidak menimbulkan antrean panjang.
Dengan jutaan kendaraan yang belum kembali ke Jabotabek, puncak arus balik Lebaran tahun ini diperkirakan akan menjadi periode krusial. Perencanaan perjalanan yang matang menjadi kunci agar masyarakat dapat kembali dengan aman dan nyaman tanpa terjebak kemacetan panjang.
