
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. (Polri)
JawaPos.com - Korlantas Polri kembali memberlakukan rekayasa lalu lintas one way nasional dari KM 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek Utama. Rekayasa ini dilakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang terjadi saat puncak arus balik lebaran 2026.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memimpin dimulainya one way nasional ini. Pelepasan yang ditandai dengan prosesi flag off ini berlangsung di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/3).
Agus mengatakan, kebijakan rekayasa lalu lintas ini diberlakukan mengacu kepada data lalu lintas dan pemantauan real-time di lapangan. Adanya potensi peningkatan arus kendaraan membuat one way segera diberlakukan.
"One way nasional ini adalah langkah terukur berbasis data. Kami melihat potensi bangkitan arus yang sangat tinggi, sehingga harus dikelola sejak awal agar tidak terjadi penumpukan," kata Irjen Agus.
Berdasarkan analisis Korlantas, puncak arus mudik sebelumnya mencapai 270 ribu kendaraan per hari, sementara saat ini baru sekitar 43 persen kendaraan yang kembali ke Jakarta. Hal ini menunjukkan potensi lonjakan signifikan dalam beberapa hari ke depan.
"Artinya, arus balik masih akan terus bergerak. Karena itu kami siapkan skenario rekayasa lalu lintas secara bertahap dan fleksibel," jelasnya.
Jenderal bintang dua Polri ini menyampaikan, rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Evaluasi akan terus dilakukan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.
"Kalau arus masih tinggi, one way bisa kita perpanjang. Tapi kalau sudah landai, akan kita normalisasi. Semua berbasis kondisi real-time," jelasnya.
Selain pengaturan di jalan tol dan arteri, Irjen Agus mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang telah diberikan pemerintah bagi ASN maupun imbauan serupa untuk sektor swasta. Dengan bekerja secara daring dari kampung halaman, diharapkan pemudik dapat menunda kepulangan pasca puncak arus balik sehingga kepadatan di jalur utama bisa lebih terurai.
"Manfaatkan kebijakan WFA ini dengan bijak. Masyarakat tidak perlu terburu-buru pulang secara bersamaan di puncak arus balik. Dengan memecah waktu kepulangan, perjalanan akan jauh lebih nyaman dan terhindar dari kemacetan panjang," tegas Agus.
Di sisi lain, Agus mengingatkan para pengendara agar tidak beristirahat di bahu jalan tol. Sebab, tindakan itu bisa membahayakan keselamatan pengendara maupun menimbulkan kemacetan.
"Bahu jalan hanya untuk keadaan darurat, bukan untuk beristirahat atau tidur. Jika lelah, silakan menuju rest area terdekat atau keluar ke jalan arteri untuk mencari tempat istirahat yang aman. Berhenti di bahu jalan tol sangat berisiko memicu kecelakaan tabrak belakang dan menghambat arus kendaraan lain," tandansya.
