Kondisi air laut yang surut drastis di kawasan pesisir Basaan, Kabupaten Minahasa Tenggara. (Manado Post)
JawaPos.com - Setelah gempa bumi bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis pagi (2/4), fenomena surutnya air laut secara tidak wajar dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan pesisir.
Seperti dilansir dadi Manado Post (Jawa Pos Group) dari unggahan di media sosial milik Barry South, seorang warga Basaan, memperlihatkan kondisi air laut yang mengalami penyusutan drastis di area pantai.
Peristiwa ini terlihat jelas di pesisir Basaan, yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), di mana perubahan permukaan air laut terjadi dengan cepat.
Warga setempat tampak berkumpul di sekitar pantai untuk mengamati situasi yang tidak biasa tersebut.
Meski begitu, kesadaran akan potensi risiko juga mulai meningkat, dengan masyarakat yang bersiaga mengantisipasi kemungkinan terburuk.
“Kami berharap situasi ini tetap aman, tapi warga sudah mulai berjaga-jaga,” ujar salah satu warga dalam unggahan tersebut.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
