
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat tingkat kepatuhan penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mencapai 96,24 persen, hingga batas akhir pelaporan pada 1 April 2026. KPK mengungkapkan tingginya partisipasi para Penyelenggara Negara (PN) atau Wajib Lapor (WL) dalam memenuhi kewajiban transparansi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan pentingnya capaian tersebut sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi.
"Tingkat kepatuhan LHKPN yang mencapai 96,24 persen menunjukkan komitmen kuat para penyelenggara negara dalam mendukung transparansi dan pencegahan korupsi," kata Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (3/4).
Capaian ini mencerminkan semakin terbangunnya kepatuhan kolektif di berbagai sektor pemerintahan. Kesadaran untuk melaporkan harta kekayaan dinilai semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Menurut Budi, pelaporan LHKPN bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari integritas pejabat publik. Faktor keteladanan pimpinan turut menjadi pendorong utama tingginya kepatuhan ini.
Bahkan, Presiden dan Wakil Presiden telah menyampaikan LHKPN secara tepat waktu, memberikan contoh langsung kepada jajaran di bawahnya.
Selain itu, Sekretariat Kabinet juga aktif mendorong para menteri dalam Kabinet Merah Putih untuk memenuhi kewajiban pelaporan. Upaya serupa dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat daerah, termasuk pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD.
Berdasarkan klasifikasi bidang, sektor yudikatif mencatat tingkat kepatuhan tertinggi dengan angka 99,99 persen. Disusul sektor BUMN/BUMD sebesar 97,06 persen, serta eksekutif termasuk Presiden dan Wakil Presiden mencapai 96,75 persen.
Sementara itu, sektor legislatif, khususnya DPR dan DPRD, mencatat tingkat kepatuhan paling rendah, yakni 82,21 persen. Meski demikian, angka tersebut tetap menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
