
Ilustrasi PBNU.
JawaPos.com - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khallilur R. Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, mengingatkan bahwa penyelenggaraan Muktamar NU 2026 mendatang harus bebas dari praktik politik uang. Ia menegaskan, politik uang perlu dinyatakan haram dalam proses tersebut.
Menurut Gus Lilur, politik uang tidak hanya akan memengaruhi suara peserta Muktamar, tetapi juga berpotensi menggadaikan masa depan NU.
"Sebelum Muktamar bergerak terlalu jauh dalam dinamika kandidat dan konfigurasi kekuatan, ada satu hal yang harus ditegaskan sejak awal, tanpa kompromi, yakni politik uang adalah haram. NU tidak boleh dibangun di atas sesuatu yang haram," kata Gus Lilur kepada wartawan, Senin (6/4).
Gus Lilur juga menyoroti pentingnya memastikan seluruh peserta Muktamar tidak terlibat dalam praktik politik uang, baik sebagai penerima, perantara, maupun bagian dari distribusinya. Terlebih jika dana tersebut berasal dari praktik korupsi.
"Jika itu terjadi, persoalannya tidak lagi sekadar pelanggaran etik, tetapi juga berpotensi menjadi risiko hukum dan institusional," tegasnya.
Ia mengingatkan, keterlibatan dalam politik uang dapat menyeret NU ke dalam jejaring korupsi, bahkan berpotensi terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU). Hal ini, bukan hanya asumsi berlebihan, melainkan konsekuensi nyata dari hubungan antara uang, kekuasaan, dan hukum.
"Menerima politik uang berarti bukan hanya menjual suara, tetapi juga menggadaikan masa depan NU," ujarnya.
Karena itu, ia mendorong Pengurus Besar NU (PBNU) untuk mengambil langkah tegas dengan membersihkan organisasi dari pihak-pihak yang terindikasi terlibat dalam praktik korupsi.
Gus Lilur juga menyoroti dampak isu-isu korupsi terhadap citra NU, termasuk yang berkaitan dengan tata kelola kekuasaan dan dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, meskipun proses hukum masih berjalan, isu tersebut telah memengaruhi persepsi publik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022