
Wapres ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) saat memberi ceramah tarawih Ramadhan 1444 Hijriah di Masjid Kampus UGM, Jogjakarta, pada Kamis (5/3). (Dok. UGM)
JawaPos.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), akhirnya memberikan klarifikasi terkait kegaduhan yang muncul dari potongan video ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Ramadan lalu.
JK meminta maaf kepada publik atas keterlambatan penjelasannya terkait isu yang viral tersebut. Ia mengaku baru bisa memberikan keterangan setelah tiba di Jakarta dari kunjungan kerja di luar negeri.
"Pertama, saya minta maaf karena baru hari ini dapat menjelaskan masalah-masalah yang viral, karena saya subuh tadi baru pulang dari Jepang," ujar JK dikutip dari Antara, Sabtu (18/4).
Konteks Ceramah di Lingkungan Akademis
JK menegaskan pentingnya memahami konteks saat ceramah tersebut disampaikan. Menurutnya, audiens yang hadir saat itu adalah kalangan intelektual di lingkungan universitas.
"Saya ingin menjawab, menjelaskan tentang ceramah saya, ceramah Ramadhan. Ceramah Ramadhan itu artinya yang hadir hanya orang muslim, ya, di masjid lagi. Kemudian di kampus, berarti orang yang hadir adalah intelektual. Itu dulu yang perlu dipahami tentang keadaan itu," tambahnya.
Meluruskan Isu Konflik Maluku dan Poso
Dalam klarifikasinya, JK menayangkan kembali cuplikan video mengenai konflik Maluku dan Poso. Hal ini dilakukan karena dua peristiwa tersebut menjadi salah satu poin yang sempat viral di tengah masyarakat.
Ia ingin audiens memahami latar belakang sejarah yang terjadi sekitar 26 tahun lalu tersebut. "Karena ini menyangkut Maluku dan Poso, sebelum saya ingin menjelaskan, saya ingin perlihatkan dulu sekilas, karena anda masih muda, mungkin sebagian belum lahir, karena itu terjadi sekitar 26 tahun yang lalu," kata JK.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
