
Melihat Masjid Indonesia Pertama di Yokohama, Jusuf Kalla Ungkap Kekuatan Gotong Royong Lintas Negara
JawaPos.com - Masjid buatan Indonesia ternyata tak hanya hadir di tanah air, melainkan mancanegara. Kini, Jepang menjadi tuan rumah terkini sebagai saksi megahnya masjid buatan Indonesia.
Masjid As-Sholihin Yokohama kini resmi berdiri sebagai simbol kebersamaan umat. Peresmian rumah ibadah ini dilakukan pada Jumat, (10/4) di Yokohama, Jepang, oleh mantan wakil presiden Indonesia, Jusuf Kalla. Acara tersebut juga dihadiri oleh Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, Muhammad Al Aula, serta tokoh masyarakat dan komunitas Muslim Indonesia di Jepang.
Kehadiran Masjid As-Sholihin Yokohama menjadi tonggak penting karena merupakan masjid Indonesia pertama di kota tersebut. Pembangunannya menjawab kebutuhan umat Islam yang selama ini menghadapi keterbatasan fasilitas ibadah.
Berangkat dari kondisi itu, komunitas Muslim Indonesia di Yokohama berinisiatif mencari lahan sekaligus menggalang dana secara mandiri.
Gerakan ini mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, tokoh publik, hingga artis dan influencer, serta umat Islam dari berbagai negara. Tercatat lebih dari satu juta Muslim dari Indonesia dan mancanegara turut berwakaf untuk mewujudkan pembangunan masjid ini.
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa masjid ini merupakan bukti nyata kekuatan gotong royong lintas negara.
“Upaya mendirikan masjid ini membutuhkan kerja sama, gotong royong dari seluruh masyarakat Tanah Air dan juga dari berbagai negara. Ini merupakan amal sholeh yang baik untuk kita semua,” ujarnya.
Ia juga menilai masyarakat Jepang telah menunjukkan nilai-nilai yang sejalan dengan ajaran Islam, seperti kejujuran, disiplin, kerja keras, dan kebersihan. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya masjid sebagai ruang pemersatu umat di tengah perbedaan.
“Masjid ini di samping tempat ibadah, juga tempat mempersatukan masyarakat. Masjid kita bisa dihadiri orang NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, Persis, ya datang ke masjid bersama-sama, kita mazhab bisa berbeda, tapi tetap masjidnya sama, itulah yang menjadikan kita bersatu, bersama-sama, karena itulah kita perlu masjid ini,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa fungsi masjid tidak hanya terbatas sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pengembangan masyarakat.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
