Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 April 2026 | 23.20 WIB

El Nino Ekstrem 2026 Ancam Indonesia, Pakar Ingatkan Dampak Kekeringan hingga Krisis Air

SAWAH KERING: Fenomena El Nino berdampak rendahnya curah hujan hingga mengakibatkan kekeringan. (NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN) - Image

SAWAH KERING: Fenomena El Nino berdampak rendahnya curah hujan hingga mengakibatkan kekeringan. (NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN)

JawaPos.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi El Niño ekstrem yang akan melanda Indonesia, berpotensi memicu kekeringan, krisis air bersih, dan ancaman serius lainnya di sektor lingkungan.

Pakar Manajemen Bencana Universitas Airlangga, Hijrah Saputra menjelaskan El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tengah dan timur yang melampaui kondisi normal.

Fenomena ini menyebabkan suhu permukaan laut di kawasan tersebut meningkat, dengan anomali mencapai 1,5 hingga 2,5 derajat Celsius di atas normal, bahkan pada titik tertentu bisa lebih tinggi.

Dalam kajian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, El Niño termasuk dalam fenomena El Niño - Southern Oscillation (ENSO) yang berdampak luas terhadap sistem atmosfer global dan pola iklim di berbagai wilayah dunia.

Pemanasan suhu laut ini memengaruhi sirkulasi udara, sehingga distribusi curah hujan menjadi tidak merata dan meningkatkan potensi terjadinya kekeringan di sejumlah kawasan, termasuk Indonesia.

"Terjadi pengheseran pusat pembentukan awan hujan ke Pasifik, sehingga Indonesia mengalami penurunan curah hujan dan musim kemarau yang lebih kering," terang Hijrah di Surabaya, Selasa (28/4).

Ia menambahkan, kekuatan El Niño diukur melalui Oceanic Niño Index (ONI). Nilai di atas +0,5 derajat menandakan El Niño, sedangkan di bawah −0,5 menunjukkan La Niña, dengan kategori dari lemah hingga sangat kuat.

Potensi El Niño ekstrem juga diprediksi lembaga global National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Mereka menyebut peluang fenomena ini mencapai 62 persen pada Juni - Agustus 2026.

Dampak dan Mitigasi Bencana El Nino
Hijrah Saputra menilai fenomena El Niño di Indonesia dapat memicu kemarau panjang, kebakaran hutan, krisis air bersih, hingga gangguan sektor pertanian dan pangan.

Selain itu, El Niño juga berdampak pada peningkatan emisi karbon dioksida secara global. Hal ini terjadi akibat meningkatnya kebakaran lahan dan hutan, serta perubahan ekosistem yang memperburuk lingkungan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore