Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Mei 2026 | 13.30 WIB

Buruh Diingatkan Tidak Anarkis Selama Aksi May Day, Jaga Iklim Bisnis Tetap Sehat

Berbagai poster berisi tuntutan dibawa oleh buruh di May Day. (Juliana Christy/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Surya Vandiantara menilai buruh memiliki kontribusi besar bagi negara, terutama dalam sektor ekonomi. Buruh berperan masif dalam kegiatan produksi suatu barang sebelum dijual di pasar.
 
"Buruh merupakan tonggak utama dalam membangun perekonomian Indonesia. Tanpa kontribusi buruh, berbagai aktivitas produksi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tidak akan pernah tercapai," kata Surya, Jumat (1/5).
 
Perjuangan buruh selama ini telah berhasil membentuk banyak kebijakan yang berdampak langsung bagi rakyat. Mulai dari Upah Minimum Regional (UMR), Tunjangan Hari Raya (THR), hingga Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan. 
 
"Perjuangan kaum buruh tentunya harus diapresiasi. Misalnya, setiap kenaikan UMR akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi, karena pendapatan kaum buruh itu juga dapat diserap maksimal oleh pasar (konsumsi domestik)," imbuhnya. 
 
 
Kenaikan UMR tidak hanya berdampak positif bagi buruh, melainkan menyumbang percepatan ekonomi nasional. Sebab, kelompok buruh banyak membelanjakan uangnya pada produk UMKM.
 
"Kaum buruh terbukti membelanjakan pendapatannya pada pengusaha skala UMKM, sehingga roda perekonomian bisa berjalan dengan baik," jelasnya. 
 
Melihat peran vital tersebut, Surya mengajak kaum buruh untuk tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis dalam aksi demonstrasi yang dapat merugikan iklim bisnis, terlebih pada aksi May Day 2026 ini. 
 
"Pengusaha memang harus mempertimbangkan kesejahteraan buruh. Namun buruh sebagai komponen terpenting dalam menjalankan roda produksi juga jangan melakukan aksi sabotase, mogok kerja atau aksi rusuh yang merusak iklim bisnis," tegasnya. 
 
Menurutnya, keberhasilan perjuangan kaum buruh harus diukur dari tingkat kesejahteran yang dicapai. Bukan soal aksi sabotase, mogok kerja atau demonstrasi yang rusuh. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore