
BEM UI menggelar aksi demonstrasi bertajuk 'Aksi Menuju Indonesia Bangkrut' di kawasan Bundaran HI, Jakarta. (Reyhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menunjukkan bukti surat pemberitahuan aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menegaskan pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada kepolisian sebelum aksi berlangsung.
Pria yang karib disapa Athof menyebut, pernyataan aparat yang menyatakan tidak ada pemberitahuan aksi merupakan bentuk kebohongan kepada publik. Ia menilai, pemerintah melalui institusi kepolisian kembali menyesatkan masyarakat terkait pelaksanaan demonstrasi tersebut.
“Ingin menegaskan bahwa pemerintah melalui Polri kembali berbohong, kembali membohongi rakyat, bagaimana bisa aksi kemarin tidak ada pemberitahuan, tidak ada surat yang dikirimkan,” kata Athof, Minggu (14/6).
Ia menguungkapkan, dokumen yang disebut sebagai bukti pengiriman surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian. Menurutnya, surat tersebut telah dikirimkan kepada Wakil Kepala Satuan (Wakasar) Polres Metro Jakarta Pusat terkait rencana aksi mahasiswa di Bundaran HI.
“Pada faktanya, disini saya telah memegang buktinya. BEM UI telah mengirimkan surat kepada Wakasat Polres Jakarta Pusat PMJ terkait aksi di Bundaran HI,” ujarnya.
Athof juga melontarkan kritik keras terhadap institusi Polri. Ia menilai, aparat lebih berpihak kepada kepentingan elite dibandingkan menjalankan fungsi perlindungan terhadap masyarakat luas.
“Cuma kita juga tidak usah kaget dikarenakan Polri hanya membela kepentingan elite, Polri tidak ada untuk melindungi rakyat, dan Polri tugasnya hanya berbohong setiap saat,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, BEM Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah mahasiswa lainnya di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6). Aksi tersebut mendapat penyekatan dari Polri dan TNI.
Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah, di antaranya menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022