
Pertemuan AI Leadership Exchange 2026 di jakarta mengambil tema The Agentic Leap: Empowering Indonesia's Digital Leadership and Winning the Enterprise AI Race. (Istimewa)
JawaPos.com - Diskusi mengenai pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) saat ini tidak lagi berkutat pada pilot project atau sekadar coba-coba. Setiap organisasi dituntut dapat memanfaatkan AI untuk memenangkan persaingan.
Pada forum diskusi The Agentic Leap: Empowering Indonesia's Digital Leadership and Winning the Enterprise AI Race mengemuka gagasan upaya optimalisasi pemanfaatan teknologi AI bagi setiap organisasi di Indonesia. Forum ini mempertemukan pemimpin teknologi perusahaan Indonesia, pelaku industri, serta regulator untuk membahas mengoptimalkan pemanfaatan teknologi AI bagi setiap organisasi di Indonesia.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan Indonesia harus membangun kemampuan nasional untuk mengembangkan teknologi AI secara mandiri. Menurutnya, Pemerintah mendorong pengembangan ekosistem melalui kerangka 5A yang mencakup Availability, Affordability, Awareness, Ability, dan Agency. Harapannya, ekosistem ini akan memudahkan organisasi di Indonesia mendapatkan hasil maksimal dari teknologi AI.
Kecepatan adopsi AI ini menjadi penting karena teknologi ini terbukti telah menciptakan competitive advantage bagi banyak organisasi. “Kesenjangan mulai terlihat antara perusahaan yang menggunakan AI sebagai alat bantu dan perusahaan yang menjadikan AI sebagai inti operasional bisnis,” ungkap Hans A.T. Dekkers General Manager IBM Asia Pacific.
Hans menjelaskan, kelompok pertama lebih menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi. Sementara kelompok kedua membangun ulang proses bisnis, pengambilan keputusan, hingga model operasional dengan menjadikan AI sebagai pusat dari seluruh aktivitas perusahaan. “Dan dua pendekatan ini menghasilkan dampak yang jauh berbeda,” tambah Hans.
Dalam konteks perkembangan teknologi AI, Hans menyebut dunia sedang bergerak menuju apa yang disebut sebagai era Agentic. Jika gelombang Generative AI memperkenalkan kemampuan baru mesin kepada manusia, era Agentic ditandai oleh kehadiran agen-agen AI yang mampu menjalankan tugas, mengambil keputusan, dan berkolaborasi secara aktif dengan manusia.
Pandangan serupa diperkuat Jerry Zhu, Chief Technology Officer, Vice President of Sales Engineering, IBM APAC. Menurutnya, masa depan tidak lagi menempatkan AI sebagai pendukung bisnis. Dalam waktu dekat, AI justru akan menjadi bagian dari model bisnis itu sendiri. “Pemenangnya adalah perusahaan-perusahaan yang mengutamakan AI (AI-First), bukan sekadar perusahaan yang diaktifkan oleh AI (AI-enabled),” ungkapnya.
Di balik optimisme tersebut, para pembicara mengingatkan sejumlah prasyarat yang tidak boleh diabaikan. Baik Hans maupun Jerry menilai, kegagalan implementasi AI selama ini lebih sering disebabkan oleh persoalan data daripada keterbatasan teknologi. Di banyak organisasi, data masih tersebar dalam berbagai sistem yang tidak saling terhubung.
Akibatnya, AI kesulitan memperoleh konteks yang dibutuhkan untuk menghasilkan keputusan yang cepat dan akurat. Karena itu, perhatian tidak lagi tertuju pada kemampuan AI semata, melainkan pada bagaimana organisasi membangun fondasi yang memungkinkan teknologi tersebut digunakan secara berkelanjutan dan berskala besar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022