
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. (Didik Setiawan/ Pewarta Foto Indonesia)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menekankan bahwa kerja sama dengan perusahaan teknologi internasional harus mampu memberikan nilai tambah yang lebih luas daripada sekadar investasi. Kemitraan tersebut diharapkan dapat mendorong alih teknologi, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat ekosistem inovasi di dalam negeri.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia perlu diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan nasional melalui peningkatan kapasitas talenta digital dan transfer pengetahuan teknologi.
Menurutnya, perpaduan antara kemampuan SDM lokal dengan pengalaman dan teknologi global menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi digital sekaligus mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
“Kolaborasi ini sangat penting, pertama, untuk infrastruktur transfer teknologi, kedua, untuk peningkatan kapasitas, dan ketiga, untuk kemajuan berkelanjutan,” ujar Wamen Nezar Patria dalam acara AI Center of Excellence: Accelerate AI for Good di Jakarta Pusat, dikutip Kamis (11/6).
Baca Juga:Polres Jakpus Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Pengancaman dan Pemerasan Pengusaha Muda
Nezar menjelaskan bahwa Indonesia tengah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen serta status sebagai negara maju pada 2045. Untuk mencapai sasaran tersebut, transformasi digital dan pemanfaatan teknologi mutakhir, termasuk AI, dinilai memiliki peran strategis sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru.
Ia menilai Indonesia memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi modal dalam persaingan ekonomi berbasis AI, mulai dari bonus demografi, perkembangan ekonomi digital yang pesat, hingga komitmen pemerintah terhadap pembangunan jangka panjang.
“Dengan dividen demografis yang kuat, ekonomi digital yang dinamis dan berkembang, serta komitmen yang teguh terhadap pembangunan jangka panjang, kita bukan hanya pasar, tetapi juga pusat inovasi, talenta, dan investasi strategis,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nezar menegaskan bahwa pengembangan AI harus menempatkan manusia sebagai fokus utama. Teknologi tersebut harus mampu memberikan dampak positif yang dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan mendukung peningkatan kesejahteraan.
Prinsip tersebut menjadi dasar pengembangan ekosistem AI nasional, termasuk melalui pembentukan AI Center of Excellence yang dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri. Inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat daya saing Indonesia di bidang AI, meningkatkan kemandirian digital, serta memperluas pemanfaatan teknologi di berbagai sektor.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022