
Sebanyak 15 mahasiswa diterima melakukan audiensi di Istana Wakil Presiden (Wapres), Jakarta, Senin (15/6). (Istimewa)
JawaPos.com - Perwakilan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) menggelar audiensi dengan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (15/6). Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari aksi demonstrasi mahasiswa yang sebelumnya berlangsung di kawasan Medan Merdeka Selatan.
Pertemuan dimulai sekitar pukul 17.15 WIB dan berakhir pada pukul 18.41 WIB. Selama lebih dari satu jam, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi, kritik, hingga persoalan yang mereka nilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Ketua Umum BEM Fakultas Hukum UBK sekaligus koordinator aksi, Muhammad Abdi, mengatakan dialog dengan Wakil Presiden menghasilkan sejumlah poin penting yang telah disampaikan secara langsung.
"Tentu hasil dari pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membuahkan hasil. Kawan-kawan mahasiswa menyampaikan aspirasi, baik keluh kesah dari daerah maupun persoalan dalam skala nasional secara langsung kepada Bapak Wapres," kata Andi di Kompleks Istana Wapres RI, Senin (15/6) malam.
Menurutnya, Gibran merespons seluruh masukan mahasiswa dengan terbuka. Bahkan, Wapres disebut mencatat langsung berbagai poin tuntutan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
"Respon dari Bapak Wapres sangat baik. Beliau mencatat hasil dari tuntutan-tuntutan kami dengan buku kecilnya. Poin-poin yang harus dievaluasi dan diperbaiki terkait berbagai persoalan yang menurut kami janggal di negara hari ini," ujarnya.
Mahasiswa UBK menilai audiensi tersebut menjadi ruang penting untuk menyampaikan keresahan publik secara langsung kepada pemerintah. Berbagai isu, mulai dari persoalan daerah hingga kebijakan nasional, turut menjadi bahan pembahasan dalam dialog itu.
Meski demikian, Abdi menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tidak akan berhenti hanya karena telah diterima oleh Wakil Presiden. Pihaknya tetap akan mengawal seluruh tuntutan yang telah disampaikan dalam audiensi tersebut.
Ia menyebut, mahasiswa memberikan tenggat waktu selama 5x24 jam kepada pemerintah untuk menunjukkan langkah konkret atas berbagai tuntutan yang diajukan.
"Tentu tidak berhenti. Kami dari BEM Universitas Bung Karno memberikan waktu 5x24 jam. Ketika aspirasi yang kami sampaikan tidak terealisasi, maka kami akan membentuk pergerakan lanjutan dan melakukan aksi jilid-jilid berikutnya," pungkasnya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
