
ILUSTRASI. Puluhan ribu orang menggelar orasi mendukung MBG dilanjutkan di depan kantor Gubernur NTB. (Istimewa)
JawaPos.com - Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan guru di Kota Batam, Kepulauan Riau, tampak ikut serta dalam pawai dukungan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Minggu (21/6).
Hal ini sendiri viral di media sosial dan salah satunya diunggah oleh akun X @boxxtoc. Bahkan, tak sedikit yang menyebutkan bahwa pengerahan anak-anak hingga guru ini sebagai aksi demonstrasi berkedok pawai.
“Demo (dukungan-red) berkedok pawai pakai anak SD, ini trik yang selalu bikin orang gerah. Anak kecil disuruh ikut urusan politik orang dewasa. Lo liat di video penjelasan Kadisdiknya, dia keliatan sadar salah atau tetep defend?,” tukas @BukanInspira***.
Sementara itu, terdapat pula netizen yang mengungkapkan bahwa langkah ini sendiri termasuk pada kegilaan negara lantaran takut programnya terhenti sehingga anak-anak harus ikut dikerahkan.
“Ada gila-gilanya negara nih yaaa sebegitu takut kah programnya tamat sampe anak kecil yg harusnya main kejar'an malah disuruh ikut demo ginian yg bahkan mereka tuh ga paham permasalahannya apa, yg waras deh pliss,” ungkap @minico****.
Bahkan, netizen lainnya menginginkan pihak yang mengerahkan untuk segera dituntut. Bahkan, dia menegaskan bahwa guru sejatinya lebih memilih anak-anak mendapatkan bantuan KIP dibanding MBG.
“Bisa gak, orang ini dituntut. Apa iya, para guru protes kenapa mbg nggak jalan lagi? Kayaknya kalau guru lebih pengen anak-anaknya dapat bantuan KIP. Bahkan kalau guru asli, banyak yg ngeluh karena waktu belajar terpotong,” jelas @hisahish***.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan membantah langkah tersebut tersebut merupakan bentuk mobilisasi siswa. Dia menegaskan, kegiatan tersebut digelar setelah pihaknya menerima keluhan dari orang tua terkait penghentian sementara program MBG.
"Kami menerima keluhan dari orangtua siswa beberapa hari lalu karena MBG dihentikan sementara. Dalam kesempatan ini kami melaksanakan pawai sebagai bentuk dukungan agar tata kelola yang dianggap bermasalah dapat diperbaiki," kata Hendri saat di lokasi pawai.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
