
Ilustrasi penyekapan. (Antara)
JawaPos.com - Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang terjadi di Bandung, Jawa Barat, menjadi perhatian Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM). Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah korban berinisial YTR alias Yupi diduga mengalami penyiksaan selama bertahun-tahun oleh pria bernama Taufik Hidayat, yang diduga sebagai pelaku.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM, Sofia Alatas, menegaskan bahwa pembatasan kebebasan seseorang secara paksa pada dasarnya berkaitan dengan hak asasi manusia yang harus mendapat perhatian serius. Ia memastikan, pihaknya menaruh perhatian dalam kasus dugaan penganiayaan dan penyikasan tersebut.
"Kalau secara kasat mata, ini pelanggaran HAM. Masa iya seseorang bebas bergerak disekap? Otomatis dia punya hak, kan?," kata Sofia Alatas di Jakarta, Selasa (23/6).
Kasus penyekapan di Bandung, Jawa Barat turut menjadi perhatian Kementerian HAM. Ia menekankan, kebebasan bergerak merupakan hak dasar yang melekat pada setiap individu.
Karena itu, tindakan yang membatasi ruang gerak seseorang tanpa dasar yang sah dapat dipandang sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia.
"Itu kan hak asasi manusia. Ya, kan? Separah-parahnya orang tersebut, harusnya tidak boleh dong disekap. Ada masalah apa sampai disekap? Itu kan pertanyaan," tegasnya.
Terkait mekanisme penanganan kasus yang viral di masyarakat, Sofia mengatakan bahwa umumnya akan ada instruksi kepada jajaran kementerian untuk melakukan penelusuran. Langkah tersebut dapat dilakukan oleh kantor wilayah maupun tim dari pusat, tergantung kebutuhan dan tingkat urgensi kasus yang ditangani.
"Bisa Kanwil yang turun, bisa kami dari pusat yang turun. Karena kita punya kantor wilayah, itu fungsinya," imbuhnya.
Kasus ini bermula dari dugaan penganiayaan yang dialami seorang perempuan berinisial YTR, 29, warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Korban diduga menjadi sasaran kekerasan yang dilakukan oleh kekasihnya, Taufik Hidayat, 30.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022