Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia. Fathimah Azzahra. (IG/Fathimah Azzahra ).
JawaPos.com - Nama Fathimah Azzahra belakangan menjadi perhatian publik setelah tampil dalam sejumlah aksi mahasiswa yang mengkritisi berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebagai salah satu pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Fathimah dikenal vokal menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai masih dihadapi masyarakat.
Fathimah semakin dikenal publik setelah terlibat dalam perdebatan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong. Dalam diskusi tersebut, ia menyoroti persoalan akses pendidikan dan infrastruktur dasar yang menurutnya masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.
"Saya rasa tadi sudah bahkan disebutkan ya, bahwa ada sesuatu yang lebih genting sebetulnya dari mengisi perut lapar, yaitu bagaimana anak-anak di daerah yang akses pada sekolahnya itu masih terhambat," kata Fatimah Azzahra dalam diskusi di stasiun televisi swasta.
Menurutnya, masih banyak anak di berbagai wilayah yang harus menghadapi kendala untuk memperoleh pendidikan layak. Hambatan tersebut antara lain berupa kondisi jalan yang sulit dilalui serta fasilitas pendidikan yang belum memadai.
"Sebelum kita memberikan yang tambahan-tambahannya, additionalnya yaitu dari bentuk MBG ini makan bergizi gratis, apa yang wajib-wajib dan standarnya perlu dipenuhi dulu," tegasnya.
Fathimah Azzahra merupakan mahasiswi Program Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2023. Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan kedokteran, ia aktif berkiprah dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dan kegiatan kepemimpinan di lingkungan kampus.
Pada tahun 2026, Fathimah dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua BEM UI. Dalam struktur kepengurusan tersebut, ia mendampingi Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI. Keduanya terpilih memimpin organisasi mahasiswa terbesar di Universitas Indonesia untuk periode 2026.
Rekam jejak organisasi Fathimah terbilang panjang. Berdasarkan informasi yang tercantum dalam akun LinkedIn miliknya, pada 2025 ia menjabat sebagai Head of 2nd Commission Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UI.
Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam sejumlah agenda kelembagaan, mulai dari penyusunan mekanisme fit and proper test hingga pembentukan panitia khusus untuk pembahasan rancangan peraturan kemahasiswaan.
Perannya di DPM UI juga mencerminkan keterlibatannya dalam mendorong praktik demokrasi kampus yang lebih sehat dan partisipatif. Berbagai forum diskusi dan proses pengambilan kebijakan mahasiswa menjadi bagian dari aktivitas yang dijalaninya selama menjabat.
Aktivitas Fathimah di dunia kemahasiswaan juga terlihat saat menjadi orator dalam kegiatan "Independence of the Medical Profession" yang diselenggarakan Dewan Guru Besar FKUI bersama BEM FKUI pada 2025. Dalam forum tersebut, ia menyampaikan pandangan mahasiswa mengenai perkembangan profesi kedokteran serta kebijakan kesehatan nasional.
Pada 2024, Fathimah pernah menjabat sebagai Head of Community of Neuroscience and Psychiatry (CORE) FKUI. Ia juga pernah dipercaya menjadi Project Officer kegiatan sosial Semarak Ramadan yang digelar Forum Studi Islam FKUI.
Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan konsistensinya dalam kegiatan organisasi, pengabdian sosial, serta pengembangan kapasitas kepemimpinan di lingkungan kampus.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022