
Wamen PPPA Veronica Tan bersama Gubernur Malut Sherly Tjoanda saat menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta pada Kamis (25/6). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kasus penyekapan dan penyiksaan terhadap Yuvita Tri Rezeki di Bandung, Jawa Barat (Jabar) merupakan kekerasan berbasis gender. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menegaskan hal itu.
”Ini merupakan kasus kekerasan berbasis gender. Jadi, itu harus ditegaskan dulu,” kata dia saat diwawancarai oleh awak media usai mengisi Forum Dialog Ekonomi Restoratif di Jakarta pada Kamis(25/6).
Menurut Veronica, kekerasan dalam balutan relasi personal seperti pacaran kerap dianggap sebagai urusan internal. Bahkan tidak jarang ada yang malah menyalahkan korban karena dianggap tidak bisa keluar dari jeratan pelaku seperti dialami oleh Vita.
Dalam konteks tersebut, Veronica meminta tidak ada lagi yang menyalahkan korban. Menurut dia narasi seperti itu tidak boleh dinormalisasi. Sebab, korban harus dilindungi, didampingi, dan dipulihkan kondisinya. Bukan malah mendapatkan penghakiman.
”Akhirnya kita bisa berbicara perempuannya kenapa tidak keluar dari situ (lingkungan kekerasan). Kita lebih banyak fokus kepada menyalahkan korban, tapi tidak kepada pelaku kekerasan. Itu tidak bisa dinormalisasi, tidak bisa dianggap ini urusan rumah. Ini adalah sebuah kekerasan berbasis gender,” tegasnya.
Untuk itu, Veronica mendorong agar pelaku dihukum maksimal dengan Undang-Undang (UU) KUHP, UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), dan aturan lainnya. Sehingga pelaku benar-benar mempertanggungjawabkan perbuatannya.
”Kami bersama-sama bergerak bahwa (pelaku) ini harus segera dihukum secara maksimal. Karena, ini adalah kasus kekerasan berbasis gender,” ujarnya.
Sebagai pelaku, Taufik Hidayat mengakui perbuatannya terhadap Vita. Namun, dia berdalih berada di bawah pengaruh minuman keras (miras) saat melakukan perbuatan keji tersebut. Meski begitu, polisi terus melakukan pendalaman untuk memastikan korban mendapatkan keadilan.
Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Rudi Setiawan menyampaikan hal itu usai anak buahnya menangkap Taufik Hidayat di Perumahan Griya Pesona, Kecamatan Ciparay, Bandung pada Selasa malam (23/6). Dia kini sudah dijebloskan ke dalam sel tahanan khusus.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
