
Ilustrasi Peserta Latsarmil Manajer Koperasi Merah Putih. (Kaltim Post)
JawaPos.com - Di antara 35 ribu lebih calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sudah 4 orang meninggal dunia saat menjalani latihan dasar militer. Lantas apa penyebab para peserta kehilangan nyawa dan bagaimana penjelasan Kementerian Pertahanan (Kemhan)?
Berdasar data yang disampaikan oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait pada 16 Juni lalu, total ada 35.476 calon manajer Kopdes dan KNMP yang mengikuti latsarmil di 67 satuan pendidikan (satdik) TNI.
Terdiri atas 30.000 calon manajer Kopdes dan Kelurahan Merah Putih serta 5.478 calon manajer KNMP. Seluruhnya sudah melalui tahap seleksi, termasuk menjalani tes kesehatan. Mereka kemudian menjalani latsarmil selama 1 bulan. Selain dipersiapkan sebagai pengelola Kopdes dan KNMP, mereka juga akan menjadi bagian dari Komponen Cadangan (Komcad).
”Sebelum mengikuti program, almarhum Muhammad Rifki Renaldi Gunawan telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan,” kata Rico saat dikonfirmasi ihwal kabar peserta ke-4 yang meninggal dunia dini hari tadi (26/6).
Berdasar dokumen pemberitaan JawaPos.com, selain Rifki beberapa peserta latsarmil lain yang dinyatakan meninggal dunia terdiri atas Novia Rahmadhani, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq. Mereka menjalani latsarmil di 4 satdik yang berbeda. Namun, para peserta dinyatakan meninggal dunia setelah mengeluhkan kondisi kesehatannya.
Anisa Muyassaroh mengikuti latsarmil di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman. Balikpapan. Dia mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026. Kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan satuan sampai rumah sakit terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong dengan diagnosa meninggal dunia akibat heat stroke.
Sehari sebelumnya, pada 17 Juni 2026, peserta atas nama Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja juga mengalami penurunan kondisi kesehatan. Setelah mendapat penanganan dan dirujuk ke rumah sakit, dia dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung.
Pada Senin, 22 Juni 2026, peserta atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta mengalami gangguan kesehatan dan segera mendapatkan penanganan oleh tim kesehatan satuan. Dia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa dan dinyatakan meninggal dunia pada 23 Juni 2026 akibat penyakit tuberkulosis.
Hari ini (26/6), peserta lain bernama Muhammad Rifki Renaldi meninggal dunia. Dia mengikuti pendidikan latsarmil di Satdik Yon Parako 465 Jakarta. Mulanya, dia mengalami keluhan kesehatan berupa sesak napas dan segera mendapatkan penanganan awal dari tim kesehatan satuan pada 25 Juni.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
