
Ilustrasi Peserta Latsarmil Manajer Koperasi Merah Putih. (Kaltim Post)
JawaPos.com - Program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tahun 2026 berujung duka.
Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mengungkapkan, sebanyak lima peserta warga sipil meninggal dunia dalam kurun waktu sembilan hari, sejak 17 hingga 26 Juni 2026.
Kelima peserta tersebut mengembuskan napas terakhir di berbagai lokasi satuan TNI dengan diagnosis medis yang beragam. Mulai dari cardiac arrest (henti jantung), heat stroke, tuberkulosis, hingga pneumonia dengan komplikasi.
Tragedi ini memicu gelombang protes keras dari koalisi masyarakat sipil yang mempertanyakan urgensi latihan fisik militer untuk posisi manajerial koperasi.
Ketua Badan Pengurus Nasional PBHI Kahar Muamalsyah menegaskan, para korban adalah warga sipil murni, bukan prajurit yang sedang disiapkan untuk medan perang. Menurutnya, program ini cacat sejak dalam rancangan.
"Apa hubungannya latihan militer dengan kompetensi mengelola koperasi? Jawabannya tidak ada! Tidak ada satu pun standar kompetensi manajerial koperasi yang mensyaratkan latihan dasar kemiliteran," ujar Kahar, Minggu (28/6).
Kahar menambahkan, keahlian seorang manajer koperasi seharusnya dibangun melalui penguatan tata kelola organisasi, literasi keuangan, akuntabilitas, dan pemberdayaan masyarakat. Bukan melalui indoktrinasi barak atau komando militer.
Pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) sempat membantah adanya unsur kelalaian dan menyatakan bahwa porsi latihan yang diberikan sudah terukur. Kemhan juga telah menyalurkan santunan sebesar Rp50 juta kepada masing-masing keluarga korban.
Namun, PBHI menolak keras narasi bahwa kematian massal ini sekadar insiden teknis atau takdir semata. Indikasi lemahnya pengawasan kesehatan bahkan sudah terlihat sebelum kematian pertama terjadi. Diketahui, ada 32 peserta yang ternyata tengah hamil baru dipulangkan setelah program berjalan.
"Ini memperlihatkan skrining awal peserta sangat tidak memadai. Bagaimana bisa lima orang meninggal dalam sembilan hari dari lokasi berbeda jika semuanya sudah terukur?," kritik Kahar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022