
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5). (Bakom RI)
JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) membidik target besar pada tahun 2027 dengan mendorong 1,5 juta keluarga keluar dari zona kemiskinan setiap tahunnya. Langkah masif ini didukung oleh pagu indikatif anggaran jumbo sebesar Rp84,7 triliun, di mana 85 persen di antaranya dialokasikan khusus untuk belanja bantuan sosial (bansos).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa tahun 2027 akan menjadi momentum krusial bagi eskalasi dan integrasi seluruh program sosial di Indonesia. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi unit kerja yang berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang jelas.
"Tahun 2027 menentukan apakah rumah kita benar-benar menyatu atau hanya kumpulan kamar yang berdiri sendiri-sendiri. Karena itu kita harus mulai menyambungkan satu dengan yang lain," ujar Gus Ipul saat membuka acara Pendalaman Rencana Program dan Anggaran (RKA-K/L) Tahun 2027 di Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (29/6).
Baca Juga:Menurut Psikologi, 9 Perilaku Menunjukkan Seseorang Tidak Memiliki Keluarga Dekat untuk Diandalkan
Analogi 'Rumah Utuh' dan Peta Target Kemensos
Dalam arahannya, Gus Ipul mengibaratkan rencana strategis Kemensos periode 2025–2029 seperti proses membangun sebuah rumah. Jika tahun 2025 fokus pada fondasi data melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan tahun 2026 adalah masa akselerasi, maka tahun 2027 adalah fase penyelesaian yang krusial.
“2027 adalah tahun kita memasang atap sekaligus menyambungkan aliran listrik dan air ke seluruh ruangan. Komponen yang selama ini berdiri sendiri harus tersambung menjadi satu rumah yang utuh dan berfungsi,” jelasnya.
Melalui integrasi ini, Kemensos memasang target indikator kinerja yang sangat spesifik untuk tahun 2027, di antaranya:
- Indeks Kesejahteraan Sosial: Naik menjadi 64,66 (dari 59,51 pada tahun 2025).
- Graduasi Sejahtera: Meningkat pesat menjadi 1 juta keluarga mendiri (dari target 700 ribu pada 2026).
- Akurasi Bansos: Ketepatan sasaran berbasis DTSEN wajib menyentuh angka 85 persen.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
