Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Juli 2026 | 23.58 WIB

Ledakan Bom di MAN 3 Padang: Dipicu Bullying, Pelaku Terinspirasi Kasus di SMAN 72 Jakarta

Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumbar, pada Selasa (14/7). (Polri) - Image

Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumbar, pada Selasa (14/7). (Polri)

JawaPos.com - Kasus ledakan bom rakitan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (14/7), tengah jadi sorotan. Adapun motif pelaku berinisial R, 17, dalam meledakkan bom rakitan didasari rasa balas dendam. Pasalnya pelaku kerap dirundung atau bullying oleh teman-temannya.

Pelaku yang tercatat sebagai siswa kelas XII tersebut diketahui membawa empat unit bom rakitan ke sekolah. Meski satu bom sempat memicu ledakan berdaya ledak rendah (low explosive) pada pukul 10.15 WIB di area depan ruang kelas, polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini.

Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku nekat melakukan aksinya karena kesal dengan teman-temannya karena kerap di bully. Untuk itu, bom rakitan ini sengaja ia bikin untuk mencelakai temannya.

"Iya, jadi sengaja diledakkan di dalam ransel untuk mencelakai temannya," ujarnya, Selasa (14/7).

Apri menjelaskan, seluruh perangkat berbahaya tersebut dirakit sendiri oleh R di kediamannya. Pelaku memesan bahan-bahan baku secara daring dan merangkainya secara sembunyi-sembunyi.

"Dari hasil pemeriksaan sementara siswa tersebut mengaku mempelajari cara merakit bom melalui internet," tutur Apri.

Untuk mengantisipasi ancaman lanjutan, tim penyidik gabungan melakukan penggeledahan di rumah R. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada sisa bahan peledak atau bom rakitan lain yang masih tersimpan di sana. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi guna memverifikasi seluruh pengakuan pelaku.

Motif Pelaku Terinspirasi Kasus di Jakarta

Berdasarkan investigasi awal dari Polda Sumatera Barat bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, R diketahui bergerak atas inisiatif sendiri. Pemuda ini mengaku terobsesi oleh aksi serupa yang terjadi di luar daerah.

"Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh TIM Penyelidik," kata Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana dalam keterangannya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore