
Ilustrasi: Seorang anak sedang bermain handphone. (Antara).
JawaPos.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memaparkan, hampir 10 persen dari 7 juta anak terindikasi mengalami gangguan kesehatan jiwa, termasuk gejala kecemasan dan depresi. Hal ini berdasarkan hasil skrining Program Cek Kesehatan Gratis Kementerian Kesehatan periode 2025–2026.
"Hampir 10 persen anak terindikasi mengalami gangguan kesehatan jiwa, terdiri atas sekitar 4,4 persen mengalami gejala kecemasan dan 4,8 persen mengalami gejala depresi," ungkap Wakil Ketua KPAI Jasa Putra, kepada JawaPos.com, Kamis (23/7).
Ia menilai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan menambah regulasi atau memperbanyak penanganan kasus. Yang jauh lebih penting adalah membangun sistem pencegahan yang mampu menciptakan lingkungan aman bagi anak.
"Yang paling penting adalah membangun prasyarat perlindungan anak. Selama ini kita terlalu sibuk menjemput korban, tetapi belum cukup serius membangun lingkungan yang mencegah anak menjadi korban," tegasnya.
Jasra Putra mengatakan, perlindungan anak di Indonesia kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Hal itu tercermin dari sekitar 6.900 pengaduan dugaan pelanggaran hak anak yang diterima KPAI dalam kurun tiga tahun terakhir.
"Pengaduan tersebut menunjukkan bahwa tantangan perlindungan anak semakin kompleks, mulai dari persoalan pengasuhan keluarga, kekerasan di satuan pendidikan, hingga ancaman yang berkembang pesat di ruang digital," jelasnya.
Menurutnya, ancaman yang dihadapi anak-anak saat ini tidak lagi terbatas pada kekerasan fisik. Perkembangan teknologi dan ekosistem digital telah memunculkan berbagai bentuk ancaman baru yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak.
"Termasuk berbagai peristiwa pengawasan obat dan makanan serta minuman juga aksesioris yang lalai, juga menggerogori masa depan anak anak kita. Yang menjadi rentetan peristiwa yang terus terjadi," ujarnya.
Jasra menjelaskan, anak-anak kini hidup di tengah ruang digital yang terus memproduksi kecemasan, ketergantungan, tekanan sosial, eksploitasi, hingga manipulasi psikologis. Kondisi tersebut membuat sebagian anak merasa berhasil di dunia maya, tetapi mengalami kesulitan ketika berinteraksi dalam kehidupan sosial secara nyata.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022