Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Juli 2026 | 06.37 WIB

PLN: Indonesia Surplus Hidrogen 125 Ton

Indonesia surplus hidrogen sebesar 125 ton per tahun. Hal ini dikarenakan indonesia hanya memakai 75 ton hidrogen dari 200 ton yang diproduksi. - Image

Indonesia surplus hidrogen sebesar 125 ton per tahun. Hal ini dikarenakan indonesia hanya memakai 75 ton hidrogen dari 200 ton yang diproduksi.

Jawapos.com - PLN mengungkapkan Indonesia surplus hidrogen sebesar 125 ton per tahun. Hal ini dikarenakan Indonesia hanya memakai 75 ton hidrogen dari 200 ton yang diproduksi.

"Kami produksi 200 ton, yang dipakai 75 ton. Sisanya 125 ton itu nganggur," tutur Darmawan dalam acara pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa, (21/7/2026)

Darmawan menuturkan, setiap pembangkit PLN pasti memproduksi hidrogen. Ia menuturkan, hidrogen yang diproduksi digunakan dalam sistem pendingin pembangkit. Namun, hanya 75 ton yang dimanfaatkan sehingga menyebabkan surplus sebesar 125 ton.

Seiring hal itu, salah satu langkah yang ditempuh untuk memanfaatkan surplus hidrogen tersebut adalah membangun Hydrogen Refueling Station (HRS) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH).

"Rantai pasoknya dari mana? Nah, kami (PLN) kolaborasi dengan Pertamina. Jadi, kalau Hydrogen Refueling Station itu sudah ada dan siap pakai. Tetapi, mobilnya belum ada,” ujar Darmawan.

Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan surplus hidrogen, Darmawan pun meminta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk melakukan komunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ihwal pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar bus TransJakarta.

"Barangkali Bapak (Bahlil) bisa melobi ke Gubernur DKI, begitu. TransJakarta," kata Darmawan.
Ia pun mengungkapkan telah melakukan diskusi dengan pabrik kendaraan Jepang, Jerman, maupun China ihwal ketersediaan bus hidrogen.

Apabila pemerintah akan memanfaatkan hidrogen sebagai bahan bakar untuk sektor transportasi, seperti TransJakarta, Darmawan menuturkan, PLN akan berkolaborasi dengan Pertamina dalam hal penyediaan armada bus yang menggunakan hidrogen.

"Nanti Pertamina dengan PLN bersama-sama menyediakan busnya. Tinggal kemudian nanti bus hidrogen ada logonya ESDM, PLN, Pertamina, kita berkolaborasi membangun transportasi berbasis hidrogen,” kata Darmawan.

Sebelumnya, empat sektor pemanfaatan utama dari pengembangan ekosistem energi hidrogen nasuonal. Hal itu tertuang dalam Peta Jalan Nasional Hidrogen dan Amonia.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore