Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Agustus 2026 | 16.05 WIB

1.700 Dapur MBG di Wilayah dengan Stunting Tertinggi Segera Beroperasi, BGN: Aktivasi Bertahap

Kepala BGN Sudaryono. (Istimewa) - Image

Kepala BGN Sudaryono. (Istimewa)

JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) akan memprioritaskan pengoperasian sekitar 1.700 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah siap dibangun di wilayah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi.

Aktivasi dilakukan secara bertahap mulai minggu depan setelah data kesiapan dapur dipadankan dengan data stunting dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Nah nanti ini kita bertahap kita bereskan, nanti insyaallah mungkin minggu depan kita ada sekitar 300-an kita aktivasi minggu depannya lagi sehingga 13.000 ini kemudian yang memang belum perlu yang ini kita sisir semua," jelas Kepala BGN Sudaryono saat rapat koordinasi bersama Menko Pangan, Kamis (6/8).

Sudaryono menambahkan, pemerintah juga memprioritaskan wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias, Maluku, dan Maluku Utara. Menurutnya, daerah-daerah tersebut merupakan kawasan yang paling membutuhkan percepatan layanan MBG.

"Daerah Papua, NTT, Nias, daerah-daerah yang jauh di kepulauan Maluku Utara, Maluku itu jauh-jauh dan mereka sangat membutuhkan," ujarnya.

Sudaryono juga meluruskan, angka 13.000 dapur yang sebelumnya ramai diperbincangkan bukan berarti seluruhnya akan langsung beroperasi. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan total titik yang berada pada berbagai tahapan pembangunan.

"Jadi sudah ada di data kita sekitar 13.000 lebih dapur yang ada statusnya ada semua, ada yang baru titik, ada juga yang sudah selesai gitu," ujar Sudaryono.

Ia menjelaskan, BGN telah melakukan pemetaan dengan menggabungkan data dapur yang sudah tersedia dengan data wilayah yang memiliki prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi. Hasil pemadanan tersebut akan menjadi dasar penentuan lokasi yang diprioritaskan.

"Maka dari data ini kita overlay dengan datanya Kementerian Kesehatan mana yang prioritas, yang stunting-nya tinggi dan tinggi sekali itu kemudian kita petakan, kita overlay dengan data dapur yang sudah siap. Ini insyaallah di minggu depan ini kita pelan-pelan kita rilis yang sudah siap ini," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah mempercepat penyelesaian penyediaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Target yang semula dipatok satu bulan dipercepat menjadi selesai dalam pekan ini.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore