Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Agustus 2026 | 13.22 WIB

Guru Besar IPB: Batas Konsumsi 4 Jam Bukan Jaminan MBG Aman

Siswa menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Meruyung, Depok, Jawa Barat, Senin (13/7/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Siswa menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Meruyung, Depok, Jawa Barat, Senin (13/7/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Batas waktu konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) 4 jam setelah dimasak bisa jadi standar sederhana untuk mengendalikan risiko keamanan pangan. Namun, ketentuan itu tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan untuk memastikan makanan aman dikonsumsi.

Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University Prof. Hardinsyah menjelaskan, empat jam adalah batas keamanan paling sederhana untuk semua jenis makanan matang yang disimpan di suhu ruang.

"Namun, secara keilmuan, jenis makanan dan cara penyimpanannya sangat memengaruhi batas aman," kata dia kepada JawaPos.com, Selasa (11/8).

Secara umum, lanjut Hardinsyah, makanan matang memang tidak boleh lebih dari empat jam berada dalam zona bahaya suhu (4–60 derajat Celsius). 

Itu karena bakteri dapat berkembang biak dengan cepat. "Aturan ini berlaku untuk semua jenis makanan, termasuk kering dan semi-basah," ujarnya.

Aturan tersebut dapat diterapkan pada berbagai jenis makanan, termasuk makanan kering maupun semi-basah yang umum terdapat dalam menu MBG

Meski demikian, makanan dengan kadar air tinggi semestinya dikonsumsi lebih cepat lagi.

"Jadi aturan 4 jam ini tepat sebagai standar minimal yang mudah diawasi dan dipahami oleh semua pihak. Namun, makanan dengan kadar air tinggi seharusnya lebih cepat dikonsumsi. Sebaliknya, makanan kering bisa lebih tahan lama jika dikemas kedap udara," ujarnya.

Apa yang terjadi setelah 4 jam?

Hardinsyah menjelaskan, bila makanan matang berada terlalu lama pada suhu ruang, risiko pertumbuhan bakteri patogen meningkat.

Kondisi tersebut juga berjalan beriringan dengan penurunan kualitas makanan di suhu ruang.

Risiko paling bahaya adalah pertumbuhan bakteri patogen yang dapat menimbulkan keracunan. Pun kondisi kesehatan tubuh anak dan kebiasaan makan anak.

Editor: Bayu Putra
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore