
ILUSTRASI: Gen Z memaknai Hari Kemerdekaan RI. foto : Magnific/ freepik
JawaPos.com - Generasi Z saat ini mayoritas sudah memasuki usia kerja, sudah mencari penghidupan sendiri, bagi beberapa orang bahkan mesti menghidupi keluarga. Menjelang perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-81, tiga Gen Z dari tiga profesi yang berbeda memaknai kemerdekaan dengan segala kurang dan lebihnya.
Ada guru yang sudah mengabdikan dirinya sejak di bangku SMA, ada penjual di marketplace yang terus bertarung dengan algoritma digital dan biaya admin selangir dari marketplace. Terakhir, wartawan Gen Z yang masih mempertanyakan letak kebebasan berpendapat di negeri ini.
Menjelang perayaan kemerdekaan yang ke-81, Indonesia masih terus bertumbuh sebagai negara demokrasi. Ada pertumbuhan yang positif, tapi masih banyak juga sejumlah catatan dari tiga Gen Z dari tiga profesi yang berbeda ini.
Baca Juga:Ini 5 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Pura-Pura Pintar, Simak dan Coba Kenali Polanya!
Ahmad Fahrizal Ramadhan, 28, guru Gen z di salah satu SD negeri di Kabupaten Bandung tak menampik bahwa perbaikan sistem pendidikan terus dilakukan. Perubahan sejumlah kurikulum dari tahun ke tahun hingga ke Kurikulum Merdeka telah menghasilkan positif bagi para murid yang diajarnya.
"Kita jadi lebih bebas milih cara ngajar, enggak terpaku LKS doang, enggak terpaku buku. Itu lumayan lega sih," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (14/8).
Ia juga mengapresiasi adanya fasilitas penunjang pendidikan yang sudah mulai diterapkan di sekolah-sekolah. Masalahnya, penerapannya belum maksimal.
"Kayak dikasih Wi-Fi gratis, tapi sinyalnya nge-lag," kata Fahrizal.
Namun, itu bukan soalan paling serius. Sebagai guru honorer di sekolah negeri, Fahrizal mesti pontang-panting memenuhi kebutuhan hidup.
Mengajar tak cukup. Ia mesti mencari penghidupan lain di luar itu. Padahal, beban sebagai pengajar kini bukan hanya di ruang kelas.
"Tetap di lapangan mah masih banyak beban administrasi, laporan, PPG, kemudian tuntutan orang tua yang bikin kita enggak 100% "merdeka" ya. Jadi kemerdekaannya ada, tapi masih ketimpa PR yang begitu banyak," tegas Fahrizal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022