Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Agustus 2026 | 01.47 WIB

Karhutla Mengancam, Menhut Tak Segan Tindak yang Berani Buka Lahan dengan Pembakaran 

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat melakukan peninjauan penanganan karhutla di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (23/8). - Image

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat melakukan peninjauan penanganan karhutla di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (23/8).

JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengimbau masyarakat untuk sementara tidak membuka lahan atau membersihkan lahan dengan pembakaran. Imbauan ini disampaikan karena kondisi cuaca saat ini sangat rawan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia menegaskan situasi yang dihadapi Indonesia saat ini bukan hanya musim kemarau biasa. Fenomena El Niño yang intens meningkatkan risiko penyebaran api secara signifikan.

“Saya kira kami pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sangat menghargai apa yang disebut sebagai kearifan lokal. Tidak ada niat sama sekali kita mengabaikan ya, atau tidak peduli dengan kearifan lokal. Namun mohon sekali ya, bahwa kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Ini bukan musim kering biasa, ini El Nino sangat kuat,” kata Menhut Raja Juli Antoni usai meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Senin (24/8).

Ia meminta masyarakat menunda pembukaan lahan untuk perkebunan yang dilakukan dengan cara membakar. Dia mengingatkan kondisi cuaca ekstrem membuat api awalnya kecil dapat berkembang menjadi kebakaran sulit dikendalikan.

“Oleh karena itu, minta pengertiannya kepada masyarakat ya, untuk tidak membakar lahan terlebih dahulu untuk melakukan land clearing untuk kebun-kebun ya,” tegasnya.

Raja Juli juga mengingatkan potensi munculnya api tidak hanya dari pembakaran lahan. Benda sederhana seperti puntung rokok dan obat nyamuk juga bisa memicu kebakaran di lingkungan sangat kering.

“Tapi fakta di lapangan ya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa api sekecil apa pun, bahkan puntung rokok, apa namanya, obat nyamuk ya, apalagi api unggun dan lain sebagainya itu sangat berbahaya pada masa sekarang ini,” bebernya.

Selain mengingatkan masyarakat, Raja Juli meminta pejabat dan politisi, khususnya di Pontianak dan Kalimantan Barat, jangan jadikan persoalan land clearing sebagai bahan politisasi. Menurutnya, pemerintah dan masyarakat punya kepentingan sama dalam pencegahan karhutla.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore