Kaca rumah anggota AMPB pecah usai ditembak oleh orang tak dikenal. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Aksi teror kembali dialami anggota Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menjelang demonstrasi besar di Gedung DPR RI. Rumah anggota AMPB dihantam tembakan oleh orang tidak dikenal (OTK) hingga menyebabkan kaca pecah pada Selasa (25/8) sekitar pukul 21.00 WIB.
Insiden penembakan yang diduga menggunakan senapan angin tersebut dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap gerakan menyuarakan aspirasi di Jakarta. Di lokasi juga ditemukan adanya peluru atau pelor besi yang diduga digunakan oleh pelaku.
Tim Advokasi AMPB, Vander Waruwu, menegaskan, serangkaian intimidasi yang menyasar para aktivis tidak akan memadamkan gerakan perjuangan warga. Ia memastikan, masyarakat akan tetap turun ke jalan.
"Tadi malam, ya. Artinya intimidasi terhadap teman-teman AMPB itu sangat banyak. Tapi sekali lagi, itu tidak akan mengurangi spirit perjuangan teman-teman AMPB. Ada banyak bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap aktivis kita," ujar Vander di depan DPR RI, Rabu (26/8).
Di tengah ancaman teror, semangat massa AMPB tetap solid. Ratusan warga asal Pati, Jawa Tengah, dijadwalkan tiba di Jakarta pada Rabu (26/8) malam menggunakan lima unit bus pariwisata. Rombongan susulan ini bergerak sejak Rabu siang untuk menyatu dengan massa aksi lain.
Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok membenarkan keberangkatan armada tersebut. Kedatangan gelombang massa tambahan ini telah dikonsolidasikan secara matang bersama jaringan aktivis lintas daerah.
"Terkait demo tinggal eksekusi, kita sudah konsolidasi kepada kawan-kawan di seluruh Indonesia. Dari Pati itu 5 bus ya, nanti jam 1 siang berangkat," jelas Botok di depan Gedung DPR RI.
Aksi yang dipusatkan di Jalan Gatot Subroto pada Kamis (27/8) ini membawa misi penegakan hukum yang tegas. Massa datang langsung ke Jakarta untuk merespons pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani yang membuka ruang masukan publik.
Dua agenda utama yang diusung dalam aksi ini meliputi desakan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.
Botok membantah keras anggapan bahwa aksi ini bertujuan memicu kegaduhan politik. Ia menekankan gerakan AMPB murni mengawal kebijakan negara tanpa ada niat melengserkan pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Kita fokus pada dua tuntutan itu. Tidak ada lengserkan Prabowo-Gibran, tidak ada. Kita mendukung pemerintahan Prabowo agar lebih baik," tegas Botok.
Baca Juga:Rekening Mas Botok AMPB Diblokir, Eks Pimpinan PPATK: Kepercayaan Publik kepada Bank Bisa Hilang
Ia juga menepis isu bahwa gerakan warga Pati ini ditunggangi oleh elite politik tertentu, 'Geng Solo', maupun kelompok penguasa lainnya. AMPB memastikan aksi ini murni aspirasi masyarakat bawah dari daerah dan tidak memiliki keterkaitan dengan kelompok lain yang pernah mengnamakan warga Pati dalam aksi sebelumnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
