Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18.10 WIB

Tepung Ubi Bukan Solusi Utama Tangani Karhutla Kalimantan, Pahami Karakteristik Gambut

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat seiring memasuki periode kemarau dan adanya fenomena El Niño. (Istimewa) - Image

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat seiring memasuki periode kemarau dan adanya fenomena El Niño. (Istimewa)

JawaPos.com - Inovasi tepung berbahan ubi dan singkong dinilai berpotensi membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi bukan solusi utama untuk mengatasi persoalan karhutla di Kalimantan.

Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Agustino Zulys menilai strategi pencegahan dan penanganan penyebab kebakaran harus menjadi prioritas agar bencana serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Menurut Zulys, penggunaan tepung ubi atau singkong sebagai bahan pemadam memang memungkinkan secara kimia. Tepung tersebut kaya polisakarida yang dapat dikembangkan menjadi biopolimer, termasuk melalui formulasi hidrogel yang berpotensi membantu mempertahankan air lebih lama, sehingga proses pendinginan api menjadi lebih efektif.

“Menariknya, bisa juga menggunakan biopolimer berbasis tepung, seperti ubi dan singkong. Bahan itu berpotensi menjadi bahan baku karena kaya polisakarida. Tetapi efektivitasnya tergantung pada formulasinya dan perlu diuji khusus,” kata Zulys dalam video Behind The Science yang dikutip pada Sabtu (29/8).

Ia menjelaskan prinsip pemadaman api pada dasarnya dapat dilihat melalui konsep segitiga api. Api membutuhkan tiga unsur utama, yakni bahan bakar, oksigen, dan panas. Karena itu, pemadaman dilakukan dengan menghilangkan salah satu unsur tersebut.

“Kurangi bahan bakarnya atau usir oksigennya dengan gas CO2, atau turunkan panasnya menggunakan air,” jelasnya.

Dalam konteks tepung ubi dan singkong, Zulys menyebut material tersebut berpotensi diformulasikan menjadi hidrogel. Teknologi ini dapat membantu menahan air lebih lama sehingga pendinginan berlangsung lebih efektif untuk menghilangkan api.

“Secara kimia, dimungkinkan menggunakan formulasi hidrogel yang tepat dalam membantu menahan air lebih lama, sehingga terjadi pendinginan yang efektif menghilangkan api,” jelasnya.

Gambut Kalimantan Punya Risiko Api Bawah Permukaan

Karakteristik lahan gambut di Kalimantan membuat penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat dari permukaan.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore