
Tangkapan layar kondisi Gunung Anak Krakatau dalam pantauan CCTV Lava93 milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, KESDM. (Dok PVMBG)
JawaPos.com - Meski erupsi berjam-jam sejak Jumat tengah malam (4/9) sampai Sabtu pagi (5/9), status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tetap level III atau siaga. Badan Geologi, tidak meningkatkan status yang sudah bertahan sejak 2 Juli lalu.
Kepala Badan Geologi Lana saria menyampaikan bahwa potensi dan ancaman bahaya dari erupsi pada pukul 23.07 WIB-04.40 WIB itu berasal dari aliran lava yang dapat disertai lontaran batu pijar. Untuk itu, pihaknya menyampaikan beberapa rekomendasi.
”Pertama, masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau,” kata dia.
Kedua, lana meminta seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, dan lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat. Ketiga, masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diminta untuk tetap tenang.
”Dan dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat,” ujarnya.
Keempat, masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang bergerak di bawah Badan Geologi. Selain itu, masyarakat juga bisa memonitor perkembangan informasi dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.
Lebih lanjut, dijelaskan oleh Lana, Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif tipe A di Perairan Selat Sunda. Berdasar catatan sejarah pada 1883, erupsi besar terjadi hingga menghasilkan tsunami. Goncangan gempa bumi memicu erupsi Anak Krakatau dan longsoran sebagian tubuh Anak Krakatau yang menimbulkan tsunami di kawasan Selat Sunda juga terjadi pada 22 Desember 2018.
”Setelah 22 Desember 2018, seri erupsi berskala rendah terus berlangsung sebagai
fase konstruksi pertumbuhan kembali Gunungapi Anak Krakatau hingga 16 Desember 2023,” ujarnya.
Jeda erupsi yang cukup lama berlangsung hingga kembali menghasilkan erupsi pada 2 Juli 2026. Kemudian sejak 2 Juli 2026, status aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada level III atau siaga. Sampai hari ini, level tersebut belum dan tidak berubah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
