
Mantan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam tayangan Youtube.
JawaPos.com - Mantan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan adanya potensi kombinasi bencana geologi dan hidrometeorologi, yang ternyata pernah terjadi saat Dinosaurus punah.
Menurut Dwikorita, perubahan suhu bumi dan meningkatnya aktivitas kebumian dapat terjadi secara bersamaan.
Dwikorita mengatakan, erupsi gunung api juga berpotensi berkontribusi terhadap perubahan suhu. Fenomena tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara bencana yang bersumber dari dinamika atmosfer dengan aktivitas geologi di dalam bumi.
"Atau barangkali yang mengakibatkan kenaikan suhu itu juga antara lain erupsi tadi, ya. Itu sehingga mungkin melesat menjadi naiknya meningkat," kata Dwikorita dalam tayangan Youtube, Kamis (10/9).
Menurut dia, bencana meteorologi dan geologi tidak selalu berdiri sendiri. Dalam kondisi tertentu, kedua jenis bencana tersebut dapat berlangsung bersamaan sehingga menciptakan ancaman yang lebih kompleks bagi masyarakat.
"Nah, jadi ada kaitannya antara kejadian bencana yang berkaitan dengan meteorologi dan tadi geo, geo bencana kebumian kayak gunung api, ya. Itu itu bisa saja terjadi bersamaan. Dan itu sangat mungkin terjadi di saat ini," ujarnya.
Dwikorita menjelaskan, erupsi gunung api berkaitan dengan dinamika yang terjadi di dalam bumi. Pergerakan magma yang berasal dari bagian dalam bumi merupakan salah satu proses alamiah yang memengaruhi aktivitas vulkanik.
"Erupsi gunung api itu kan tenaga yang berasal dari dalam Bumi, yaitu gerak-gerak magma. Gerak-gerak magma itu erat kaitannya dengan kondisi di dalam selubung inti Bumi tadi. Ada astenosfer, kemudian ada bagian yang naik. Ya ini evolusi alamiah lah, ya," jelasnya.
Karena itu, Dwikorita menilai istilah geohidrometeorologi semakin relevan untuk menggambarkan kombinasi ancaman bencana yang terjadi. Ia bahkan mengaitkan fenomena tersebut dengan peristiwa kepunahan dinosaurus pada masa lampau.
"Nah, jadi kesimpulannya, kejadian bencana ini, terutama yang hidrometeorologi, dan saya mengatakan sebetulnya saat ini sudah beberapa kali terjadi kombinasi antara geo dan hidrometeorologi, geohidrometeorologi. Ternyata saat dinosaurus punah, itu ternyata kombinasi antara geo, bencana kebumian, geo tadi, yaitu erupsi gunung api, dan hidrometeorologi," tuturnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022