
Ilustrasi aksi mengenang tewasnya Munir.
JawaPos.com - Pengamat Politik dari Indeks Data Nasional, Ayip Tayana menilai isu September Hitam merupakan aktivitas biasa di media sosal. Namun, dia mengingatkan agar momentum ini tidak dijadikan sebagai sarana mobilisasi massa dengan dasar kebencian.
Ayip mengajak istilah September Kelam ini disikapi secara positif. Segala bentuk peristiwa mengenaskan pada masa lalu memang tidak bisa dilupakan begitu saja.
"Fenomena September Hitam ini secara umum bagian dari aktivisme digital yang positif sebagai pengingat kolektif publik. Tapi jangan sampai berubah menjadi mobilisasi emosi," kata Ayip, Minggu (13/4).
Rencana kelompok mahasiswa menggelar demonstrasi terkait pelanggaran HAM masa lalu pun merupakan hak warga negara dalam negara demokrasi.
"Namun pertanyannya, apakah demonstrasi hanya satu-satunya jalan untuk mendorong penyelesaian persoalan. Di sini mahasiswa dan masyarakat sipil perlu evaluasi," imbuhnya.
Ayip memaparkan, pemerintah sudah mengakui adanya 12 pelanggaran HAM berat pada masa lalu. Pemerintah juga berkomitme dalam memulihkan korban.
Oleh karena itu, bila aksi massa membawa tuntutan agar pemerintah mengakui pelanggaran HAM masa lalu dianggap tidak tepat.
"Artinya, ada kemajuan yang dilakukan pemerintah, tapi PR-nya juga banyak. Makanya kalau ada demonstrasi, harusnya tuntutannya berubah. Misalnya, berapa korban yang belum terverifikasi, bagaimana memastikan pemulihan tidak di atas kertas atau pelanggaran serupa tidak terjadi lagi," jelasnya.
Dalam kondisi seperti sekarang, masyarakat sipil dapat melakukan pengawasan dan mendorong pemulihan yang semestinya pada korban. Selain itu, guna memastikan pelanggaran HAM berat tidak terulang lagi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022