
Keluarga menangis histeris saat menyambut kedatangan peti berisi jenazah Wili Mbuik yang tiba di Bandara El Tari Kupang, Provinsi NTT, Jumat (11/9/2026). (ANTARA/Kornelis Kaha)
JawaPos.com - Keluarga Wili Mbuik, korban penembakan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, meminta pemerintah memberikan jaminan keamanan bagi warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih berada di wilayah tersebut.
Perwakilan keluarga, Eran Sipa, mengatakan masih terdapat sekitar empat hingga lima warga asal Rote Ndao yang tinggal satu kampung dengan Wili dan hingga kini masih berada di Jayawijaya.
"Kami keluarga ingin menyampaikan kepada Bapak Wakil Gubernur bahwa masih ada empat hingga lima orang anak kami yang satu kampung masih berada di sana. Semalam, menelepon dan mengabarkan bahwa mereka saat ini diteror dan tidak bisa keluar dari rumah," kata Eran di Rote Ndao, Senin (14/9).
Menurut Eran, warga tersebut kini berlindung di rumah seorang pendeta setempat yang merupakan warga asli Papua. Mereka mendapat perlindungan karena khawatir terhadap situasi keamanan di wilayah tersebut.
Keluarga berharap Wili menjadi korban terakhir dalam insiden tersebut. Mereka meminta pemerintah dan aparat keamanan segera memberikan perlindungan maksimal kepada warga NTT yang masih berada di Jayawijaya.
Baca Juga:Wakil Ketua Pansus Papua Minta Presiden Sikapi Penembakan 3 Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya
"Kami tidak mau ada korban berikutnya. Cukup sudah Adik Wili yang menjadi korban," tegas Eran.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengatakan penembakan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat keamanan. Menurut dia, perlindungan terhadap warga sipil dan aparatur negara yang menjalankan tugas di daerah berisiko tinggi harus menjadi prioritas.
"Kematian Nona Wili harus menjadi alarm keras bagi pemerintah dan aparat keamanan. Seringkali dalam pusaran konflik politik dan teritorial, suara dan keselamatan warga sipil serta para abdi negara yang tidak bersenjata terabaikan. Berapa banyak lagi sarjana-sarjana muda potensial, dokter, guru, dan penyuluh pertanian yang harus menjadi korban di tanah Papua?" ujarnya.
Johni mengatakan Pemprov NTT akan mengambil langkah untuk membantu memastikan keselamatan warga asal NTT yang masih berada di Papua Pegunungan.
"Kita sudah mendengar harapan dari keluarga terhadap beberapa anggota keluarga yang masih ada di Papua. Kita berjanji untuk melakukan hal yang terbaik bagi keluarga Mbuik yang masih berada di Papua, yang saat ini hidup dalam ancaman, ketakutan, dan kekhawatiran. Pemprov NTT akan melakukan yang terbaik," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022