Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 September 2026 | 03.19 WIB

El Nino Masih Berlangsung, Menhut Ingatkan Ancaman Karhutla Belum Berakhir

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Menhut Raja Juli Antoni saat meninjau upaya pemadaman karhutla di Jambi pada Rabu (2/9). Pemerintah Pusat akan memperkuat peran Satgas Darat. (BNPB) - Image

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Menhut Raja Juli Antoni saat meninjau upaya pemadaman karhutla di Jambi pada Rabu (2/9). Pemerintah Pusat akan memperkuat peran Satgas Darat. (BNPB)

JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta sinergi seluruh pihak dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat. Hal itu dinilai penting meski jumlah hotspot saat ini menunjukkan tren penurunan.

Menurutnya, penurunan hotspot harus dipertahankan melalui kerja bersama agar ancaman Karhutla dapat dikendalikan secara menyeluruh. Pemerintah, aparat, pemerintah daerah, hingga masyarakat diminta tetap berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.

Raja Juli mengatakan pemerintah terus menunjukkan keseriusan dalam menghadapi Karhutla melalui koordinasi lintas sektor.

“Saya kira kita optimistis di bawah kepemimpinan Pak Gubernur, Pak Kapolda, Pak Kajati, Pak Pangdam, Pak Danrem, Manggala Agni, BNPB, BPBD, MPA, dan tentu partisipasi masyarakat,” kata Raja Antoni di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (16/9).

Dia berharap keterlibatan berbagai unsur tersebut dapat membuat angka Karhutla terus ditekan. Pemerintah tidak hanya menargetkan penurunan hotspot, tetapi juga berupaya menghilangkan titik api atau fire spot.

“Kita berharap ini bisa terus kita jaga, terus kita kolaborasikan, sehingga angka karhutla ini terus menurun dan kemudian mudah-mudahan bisa menjadi zero, baik hotspot maupun fire spot,” tegasnya.

Meski kondisi mulai membaik, Raja Juli mengingatkan bahwa ancaman Karhutla belum sepenuhnya berakhir. Dia menyebut berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino masih diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November.

Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu dipertahankan hingga memasuki periode hujan alami. Karena itu, seluruh pihak diminta tidak lengah dalam melakukan pencegahan.

Lebih lanjut, ia secara khusus mengingatkan masyarakat dan korporasi agar tidak membuka lahan maupun perkebunan dengan menggunakan metode pembakaran.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore