
Mantan Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Hery Susanto menjalani sidang tuntutan kasus dugaan korupsi nikel di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (24/9) (Istimewa).
JawaPos.com - Mantan Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Hery Susanto dituntut pidana penjara selama 5 tahun dan 6 bulan dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait pengaturan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tata kelola pertambangan nikel periode 2013-2025.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Agung meyakini Hery Susanto telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Tuntutan tersebut dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Kamis (24/9).
"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Herry Susanto dengan pidana penjara selama 5 tahun dan 6 bulan penjara," kata jaksa saat membacakan amar tuntutan.
Selain pidana badan, jaksa juga menuntut Hery membayar denda sebesar Rp 300 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayarkan dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 100 hari.
Jaksa turut membebankan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 4,19 miliar. Jika uang pengganti tersebut tidak dibayarkan, Hery akan dikenakan pidana penjara pengganti selama tiga tahun.
Dalam pertimbangannya, jaksa menyebut terdapat sejumlah hal yang memberatkan tuntutan terhadap Hery. Salah satunya karena perbuatannya dinilai telah mencederai amanah reformasi yang menjadi dasar pembentukan Ombudsman RI sebagai lembaga yang diharapkan turut mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, serta bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
"Perbuatan Terdakwa merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Ombudsman Republik Indonesia," beber jaksa.
Jaksa juga menilai, Hery tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Selain itu, Hery disebut tidak mengakui perbuatannya selama proses persidangan.
Sementara itu, terdapat sejumlah hal yang menjadi pertimbangan meringankan. Jaksa menyebut Hery belum pernah menjalani hukuman pidana dan masih memiliki tanggungan keluarga.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022