
Rapat koordinasi terbatas tingkat menteri mengenai Kopdes Merah Putih yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Zulhas) pada Selasa (29/9)/(Kemenko Pangan)
JawaPos.com - Pemerintah mencatat pembangunan fisik 26.569 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih telah rampung 100 persen. Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah bangunan Kopdes Merah Putih terbanyak, yakni mencapai 5.907 unit.
Data tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi terbatas tingkat menteri yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) pada Selasa (29/9).
Selain Jawa Timur, Jawa Tengah menempati posisi berikutnya dengan 5.788 unit Kopdes Merah Putih yang telah selesai dibangun. Kemudian Jawa Barat sebanyak 2.299 unit, Sumatera Utara 1.427 unit, dan Aceh 1.317 unit.
Menurut Zulhas, penyelesaian bangunan perlu segera diikuti kesiapan pengelola, pasokan barang, dan layanan. Karena itu, pemerintah membahas hambatan penempatan manajer sekaligus mempercepat kerja sama dengan pihak yang akan menyediakan layanan di Kopdes Merah Putih.
PT Agrinas Pangan Nusantara telah menandatangani 28.891 kontrak kerja manajer Kopdes. Para manajer dijadwalkan mulai bertugas pada 1 Oktober 2026 dengan status pegawai berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.
Gaji manajer mengikuti ketentuan wilayah penempatan, dengan kisaran yang disampaikan dalam rapat Rp6,8 juta hingga Rp8,3 juta per bulan.
Menanggapi keluhan calon manajer yang ditempatkan jauh dari domisili, Zulhas menjelaskan bahwa jumlah manajer yang direkrut saat ini lebih banyak daripada jumlah koperasi yang siap beroperasi. Pemerintah akan melakukan penyesuaian penempatan setelah proses penerimaan awal selesai dan koperasi yang lebih dekat telah siap.
"Manajernya memang sudah banyak, sementara koperasinya belum sebanyak itu. Jadi, yang sekarang ditempatkan jauh dari domisili nanti akan disesuaikan setelah koperasi-koperasi selesai dibangun," ujar pria yang juga sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Berdasarkan data penempatan, 71,91 persen manajer ditempatkan dalam radius maksimal 50 kilometer dari domisili dan 88,28 persen tetap berada di provinsi asal. Kasus penempatan yang jauh akan menjadi perhatian dalam proses penyesuaian tersebut.
"Misalnya, ada yang tinggal di Depok tetapi ditempatkan di Gorontalo. Tentu itu jauh sekali. Setelah diterima, nanti akan disesuaikan dengan koperasi terdekat dari domisilinya," jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022